Padang Panjang, Semangatnews.com – Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan pentingnya transparansi dan sinergi lintas unsur dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan daerah saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), Rabu (11/2).
Kegiatan yang berlangsung dengan dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, Asisten II Indra Gusnady, kepala OPD terkait, para camat dan lurah se-Kecamatan PPB, serta unsur lembaga kemasyarakatan itu menjadi forum strategis menyerap aspirasi warga.
Dalam sambutannya, Hendri menekankan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wadah penting menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan kota. Ia meminta seluruh usulan disampaikan secara terbuka dan terukur.
Menurutnya, perencanaan pembangunan harus dimulai dari tingkat paling bawah, yakni RT dan kelurahan. Dengan begitu, program yang dihasilkan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat dan tidak melenceng dari prioritas utama daerah.
“Kita harus berbenah mulai dari lingkungan terkecil. Sampaikan usulan secara transparan agar masyarakat tahu mana yang menjadi prioritas dan mana yang bisa ditunda,” ujarnya.
Hendri juga menegaskan bahwa program yang diajukan harus selaras dengan tema dan prioritas pembangunan Kota Padang Panjang tahun 2027. Penyelesaian infrastruktur dasar dan penanganan persoalan persampahan menjadi fokus utama yang harus dituntaskan hingga ke tingkat kelurahan.
Selain infrastruktur, ia memberi perhatian serius terhadap isu kemiskinan dan stunting. Pemerintah Kota menargetkan capaian zero kemiskinan ekstrem dan zero stunting pada 2026, yang menurutnya memerlukan kolaborasi seluruh pihak.
“Target ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama. Kita harus mengawal pelaksanaannya dengan serius dan terukur,” tegasnya.
Wako juga mendorong pemanfaatan lahan kosong di lingkungan masyarakat agar lebih produktif. Ia menyarankan agar lahan tersebut ditanami tanaman bernilai ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyinggung pentingnya kesiapsiagaan dan percepatan pemulihan pascabencana. Menurutnya, perencanaan pembangunan harus adaptif terhadap kondisi daerah agar hasilnya benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Hendri menyebut tahun 2027 sebagai momentum penting bagi Kota Padang Panjang. Karena itu, ia ingin memastikan setiap langkah perencanaan sejak sekarang benar-benar terarah dan berorientasi pada hasil.
“Saya yakin kita semua memiliki semangat yang sama untuk membawa Padang Panjang lebih maju dan mampu bersaing dengan daerah lain. Mari kita bangun kota ini bersama demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(eti)
