Jakarta, Semangatnews.com – Kabar mengejutkan muncul ketika aktres Nadya Almira dituding melakukan kecelakaan tabrak lari beberapa tahun silam. Merespons tudingan tersebut, Nadya akhirnya muncul dan menjelaskan kronologi kejadian menurut versi dirinya.
Menurut Nadya, insiden yang dikabarkan terjadi sekitar 12 tahun lalu itu telah diselesaikan lewat perjanjian damai antara keluarga korban dan dirinya. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat melarikan diri dan bahwa komunikasi telah berjalan sejak awal.
Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, kondisi jalan dan pencahayaan saat itu memang minim, sehingga kontrol kendaraan menjadi sulit. Ia juga menyebut bahwa saat itu ia segera turun dari mobil untuk memastikan korban dalam keadaan baik.
Lebih jauh, Nadya menjelaskan bahwa keluarga korban, yang diwakili adik almarhum Adnan Syuhada, telah mengadakan pertemuan dengannya dan pihak keluarganya. Dalam pertemuan itu, disepakati bentuk kompensasi dan langkah damai sebagai penyelesaian akhir.
Ia menekankan bahwa kesepakatan damai itu bukan bentuk pengakuan bersalah yang absolut, melainkan salah satu cara menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan agar tidak berkepanjangan di ranah hukum. Nadya menyebut bahwa selama ini ia patuh menjalankan kewajiban yang disepakati.
Seiring munculnya tudingan tabrak lari baru-baru ini, pihak adik almarhum Adnan—yang merasa belum puas—memunculkan tuntutan agar Nadya melakukan klarifikasi publik dan tindakan konkret demi menghormati ingatan almarhum.
Dalam wawancara eksklusif, Nadya menyampaikan bahwa ia siap untuk transparan dan kooperatif jika pihak keluarga ingin mengecek fakta melalui dokumen, saksi atau timeline kronologis yang selama ini dipertahankan. Ia berharap perseteruan ini tidak berkembang jadi konflik berkepanjangan.
Reaksi masyarakat pun terbagi. Sebagian menilai bahwa perjanjian damai seharusnya dihormati dan tak perlu dibuka kembali. Di sisi lain, ada yang menyebut bahwa penuntasan hukum tetap penting demi keadilan bagi korban dan generasi berikutnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari kepolisian terkait reaktivasi kasus atau peninjauan kembali proses kecelakaan tersebut. Pihak kepolisian lokal menyatakan bahwa mereka belum menerima pengaduan baru terkait kejadian lama itu.
Kasus ini semakin membuka diskusi seputar batasan antara penyelesaian damai dalam kasus kecelakaan dan hak penegakan hukum untuk mengusut ulang peristiwa lama. Nadya Almira kini berada di pusat sorotan media — bukan hanya sebagai artis, tetapi sebagai objek tarik ulur antara ingatan dan keadilan.(*)
