SEMANGATNEWS.COM – Ada yang salah mengartikan perubahan pasca Mark Zuckerberg mengganti nama perusahaannya (Facebook) menjadi Meta.
Padahal platform media sosial yang dikenal sebagai Facebook masih akan menggunakan nama yang sama, hanya perusahaan induknya saja yang memiliki nama baru yaitu Meta.
Pada hari Kamis, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa perusahaannya akan disebut “Meta” untuk mencerminkan fokus perusahaan dalam membangun dunia virtual yang lebih besar di luar platform Facebook.
Selama ini diketahui raksasa media sosial tersebut juga membawahi software aplikasi foto Instagram, aplikasi perpesanan WhatsApp, dan lainnya.
Dengan platform sepopuler Facebook, pengumuman sebesar ini memang tidak dapat diabaikan.
buktinya segera setelah nama itu diumumkan, akun Twitter untuk reboot acara animasi Animaniacs langsung merespon kalimat itu dengan mengutip baris dalam lagu temanya yang menyatakan, “Kami melakukan meta dulu.”
Sejumlah orang telah menggunakan Twitter untuk membagikan pendapat mereka tentang nama tersebut di bawah tagar #FacebookDead.
Ada komentar di Twitter yang mengatakan tepatnya, Meta diucapkan seperti bentuk feminin dari kata Ibrani.
Pengguna Twitter lain mengatakan: “Terima kasih telah membuat semua orang berbahasa Ibrani, ini merupakan sesuatu yang layak untuk ditertawakan.”
Bahkan ada yang beranggapan nama baru yang dipilih pihak Facebook ini sangat konyol karena mengandung unsur narsisme yang kuat.
Namun terlepas dari semua komentar yang diposting orang-orang, kenyataannya Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang pernah diejek karena terjemahan mereknya.
Ada beberapa contoh yang sama terjadi ketika KFC pertama kali muncul di China.
Ketika KFC tiba di China pada tahun 80-an, motonya “finger lickin’ good” tidak begitu disukai oleh penduduk setempat.
Tapi tentunya itu tidak terlalu merugikan perusahaan, terbukti karena saat ini KFC adalah salah satu ritel makanan cepat saji terbesar di negara tersebut.
Kejadian serupa juga dialami ketika Rolls-Royce mengubah nama mobil Silver Mist-nya menjadi kabut yang diterjemahkan sebagai “kotoran” dalam bahasa Jerman.
Pada akhirnya pihak Rolls-Royce harus mengganti nama mobil itu dengan Silver Shadow sebagai nama barunya.
Sementara itu, ketika Nokia meluncurkan ponsel Lumia pada 2011, tidak mendapatkan respon yang diharapkan.
Dalam bahasa Spanyol, Lumia identik dengan pelacur, tetapi tampaknya hanya muncul dalam dialek dengan pengaruh gipsi yang kuat.(*)

