Nasrul Abit: Jaga Keluarga, Hindari Narkoba dan LGBT.

oleh -

Semangatnews, Padang – Keluarga Besar Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Sumatera Barat gelar Halal Bihalal bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, yang dihadari Wakil Gubernur H. Nasrul Abit Datuak Malintang Panai, di Auditorium gubernuran, Sabtu (15/6/2019).

Wagub Nasrul Abit dalam kesempatan itu menyampaikan, rumah sakit Islam Ibnu Sina merupakan rumah sakit yang kebanggaan Sumatera Barat (Sumbar), sebagai salah satu mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan dalam masyarakat.

Hadir dalam kesempatan, Ketua MUKISI pusat dr. Mashudi, M.Kes, Ketua Dewan Dakwah pusat diwakili Sekjen DDII Drs. Hafid Salihin, MM, Ketua Pembina Yarsi Sumbar Prof. Yaswirman, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar Lc, MM, Ketua Ormas dan keluarga besar Yarsi Se Sumbar.

“Kita patut bangga karena rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina sudah beragritasi B, dengan berbagai fasilitas rumah sakit tersebut, bagus untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Wagub Sumbar.

Dia berharap, kedepannya perhatian besar di bidang kesehatan semakin besar guna melayani masyarakat di Sumbar. Untuk tenaga medisnya, pemerintah daerah akan terus mencukupi dengan berbagai fasilitas serta penunjang berbagai alat medis.

“Tentu perlu dengan meningkatkan SDM pelayanan yang baik itu menjadi perhatian kita semua. Nantinya akan bersinergi dengan rumah sakit rujukan nasional RSUD M. Jamil Padang yang terus kita perbaiki juga dalam pelayanannya,” ujar Nasrul Abit.

Selanjutnya Wagub Nasrul Abit menyampaikan, melalui momen acara halal bihalal ini, Saya atas nama Pemerintah Provinsi Sumbar, pribadi dan keluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1440 H, mohon maaf lahir dan batin.

Kemudian Nasul Abit juga mengatakan bahwa masalah yang paling besar saat ini adalah masalah sosial masyarakat.

Perilaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Sumbar makin meresahkan. Ini karena populasi orang dengan perilaku menyimpang ini yang diduga semakin banyak di Sumbar.

“Pelaku LGBT di Sumbar mencapai 18.000 orang yang merupakan terbanyak di Indonesia, angka ini sangat memprihatinkan sekali, banyak sekali masyarakat kita yang komplen mengenai jumlah tersebut, tapi data hasil tim konselor penelitian perkembangan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), bisa dibuktikan banyaknya masyarakat Sumbar dirawat dirumah,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, perilaku LGBT menjadi salah satu penyebab penularan penyakit HIV/AIDS. Dia khawatir angka HIV/AIDS di Sumbar akan semakin meningkat, karena belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit HIV dan AIDS. Jika sudah terkena, tinggal menunggu kematian saja.

“Untuk itu saya mengajak bisa menjaga keluarga kita masing-masing dan ciptakan pendidikan budi pekerti yang baik dan agama, agar anak kita jangan sampai bersentuhan dalam masalah sosial tersebut,” ajak Nasrul Abit.

“Mari kita bersama-sama memerangi penyakit masyarakat, narkoba dan LGBT, jangan sampai generasi muda kita rusak dan menghancurkan tatanah kehidupan Minangkabau, yaitu Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah,” tegasnya

BIRO HUMAS SETDA PROV SUMBAR