Nekat dan Berbahaya! Avanza Angkut 12 Orang dan Motor di Atap Viral, Polisi Turun Tangan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Aksi nekat sebuah mobil Toyota Avanza yang mengangkut belasan penumpang viral di media sosial dan menuai sorotan publik. Kendaraan tersebut terlihat membawa muatan jauh melebihi kapasitas, bahkan hingga menaruh sepeda motor di bagian atap.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Video yang beredar memperlihatkan mobil berwarna hitam melaju dengan kondisi tidak wajar dan sangat membahayakan keselamatan.

Dalam rekaman, bagian pintu bagasi mobil tampak tidak tertutup sempurna. Untuk menutup celah yang terbuka, pengemudi menggunakan terpal yang diikat dengan tali hingga ke bagian bemper kendaraan.

Tak hanya itu, di dalam mobil terdapat hingga 13 orang termasuk sopir. Jumlah tersebut jauh melampaui kapasitas normal mobil jenis MPV yang umumnya hanya memuat tujuh penumpang.

Pengemudi bahkan memodifikasi bagian belakang mobil dengan menambahkan kursi tambahan. Kursi tersebut dipasang secara tidak standar dan hanya ditopang oleh kayu agar dapat menampung lebih banyak penumpang.

Yang lebih mengejutkan, sebuah sepeda motor turut diangkut di atas atap mobil bersama barang-barang lainnya. Semua muatan tersebut hanya ditutup menggunakan terpal seadanya.

Aksi ini diduga dilakukan untuk mengangkut pemudik yang ingin pulang kampung. Minimnya transportasi di lokasi membuat penumpang terpaksa bernegosiasi dengan sopir agar tetap bisa berangkat.

Pihak kepolisian dari Polres Luwu akhirnya menghentikan kendaraan tersebut. Petugas kemudian membongkar muatan berlebih dan mengembalikan kondisi mobil sesuai standar keselamatan.

Meski jelas melanggar aturan lalu lintas, polisi tidak memberikan sanksi kepada pengemudi. Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan kemanusiaan karena penumpang ingin pulang ke kampung halaman.

Namun demikian, aparat tetap mengingatkan bahwa tindakan tersebut sangat berbahaya. Risiko kecelakaan meningkat drastis jika kendaraan dipaksa membawa muatan berlebih.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan demi alasan ekonomi atau kepraktisan, terutama saat musim mudik yang rawan kecelakaan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.