Netanyahu Klaim Iran “Babak Belur”, Sebut Pemimpin Baru Mojtaba Khamenei Hanya Boneka

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. Ia menyebut Iran kini berada dalam kondisi “babak belur” akibat serangkaian serangan militer yang dilancarkan Israel bersama sekutunya.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers ketika menanggapi situasi perang yang semakin memanas. Ia menilai serangan yang dilakukan Israel telah memberikan pukulan berat terhadap kemampuan militer Iran.

Selain menyoroti kondisi Iran, Netanyahu juga menyerang kepemimpinan baru negara tersebut. Ia menyebut pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, sebagai “boneka” dari Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Menurut Netanyahu, pengaruh militer Iran terlalu kuat dalam pemerintahan sehingga pemimpin politik tidak memiliki kendali penuh terhadap kebijakan negara. Ia bahkan menuding struktur kekuasaan Iran dikendalikan oleh kekuatan militer di balik layar.

Konflik ini sendiri semakin memanas sejak serangkaian serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target strategis Iran pada akhir Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan sejumlah tokoh penting Iran.

Dalam serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas setelah kompleks tempat tinggalnya di Teheran dihantam serangan udara. Peristiwa itu kemudian memicu perubahan kepemimpinan di Iran.

Setelah kematian Ali Khamenei, Majelis Ahli Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Namun hingga kini ia jarang muncul di hadapan publik, memicu berbagai spekulasi tentang kondisi kesehatannya.

Beberapa laporan menyebut Mojtaba kemungkinan mengalami luka akibat serangan awal dalam konflik tersebut. Meski demikian, pemerintah Iran menyatakan ia masih memimpin dan mengendalikan situasi negara.

Dalam pernyataan pertamanya, Mojtaba Khamenei justru menegaskan Iran tidak akan mundur dari konflik. Ia bahkan mengancam akan menutup Selat Hormuz serta meningkatkan serangan terhadap musuhnya di kawasan.

Netanyahu menanggapi sikap itu dengan nada tegas. Ia mengatakan Israel akan terus melakukan tindakan militer hingga ancaman dari Iran benar-benar dapat dihentikan.

Pernyataan keras dari kedua pihak menunjukkan bahwa konflik Iran dan Israel masih jauh dari kata mereda. Ketegangan ini bahkan dikhawatirkan dapat memicu eskalasi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.