SEMANGATNEWS.COM – Simak tata cara melaksanakan sholat jumat dibawah ini disertai dengan syarat, niat, dan amalan sunnahnya.
Hari jum’at merupakan penghulunya semua hari. Dimana, hari tersebut memiliki keistimewaan dibandingkan dengan hari-hari yang lainnya.
Salah satu keistimewaan hari jum’at tersebut adalah karena adanya sholat jum’at. Sholat ini merupakan kewajiban bagi setiap insan yang laki-laki muslim.
Berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan sholat jumat:
1. Tempat sholat Jumat harus tertentu.
2. Jumlah orang yang berjemaah sekurang-kurangnya 40 orang laki-laki.
3. Dilakukan dalam waktu zhuhur.
4. Sebelum sholat Jumat didahului oleh dua khuthbah.
Terkait jumlah, sejak dahulu hingga sekarang merupakan masalah yang sangat diperhatikan orang, walaupun di dalam Alquran tidak diterangkan bahwa sahnya sholat Jumat itu harus sekian orang yang hadir.
Namun andai kata jumlah 40 orang yang hadir dijadikan syarat sahnya sholat Jumat bagi masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak mengalami kesulitan, karena hal itu pada umumnya telah terpenuhi.
Imam Abu Hanifali (Imam Hanafi) menyatakan cukup empat orang termasuk imam.
Imam Aw-Za’i menyatakan sholat Jumat itu cukup dengan 12 orang.
Imam Syaf’i menyatakan sholat Jumat itu harus 40 orang hadir.
Beberapa pendapat ini dapat ditelaah kembali pada Kitab Nailul Authar jilid III di sekitar halaman 284.
Semoga hal ini ada manfaatnya terutama bagi daerah pelosok yang ingin mensyiarkan Islam dengan sholat Jumat namun penduduknya kurang dari 40 orang.
lalu, amalan sunnah yang dapat dilakukan pada waktu tersebut adalah:
1. Mandi dan membersihkan tubuh.
2. Memakai pakaian putih.
3. Memotong kuku.
4. Memakai wangi-wangian.
5. Memperbanyak membaca ayat-ayat Alquran seperti Al-Kahfi, doa dan dzikir.
6. Tenang waktu khathib membaca khutbah.
Bagi orang yang terlambat datang ke masjid, sedang khathib tengah berkhuthbah, hendaknya mempercepat shalat sunahnya (tahiyyatal masjid) dua raka’at, kemudian duduk terus mendengarkan khuthbah
Berikut tata cara melaksanakan sholat jum’at:
1. Berniat dan Kemudian Takbiratul Ihram
2. Membaca Doa Iftitah
2. Membaca Doa Iftitah
3. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah-surah pendek
4. Ruku’ dan Sujud disertai dengan Tuma’ninah (tenang sejenak)
5. Duduk diantara 2 sujud disertai dengan Tuma’ninah dan membaca doa:
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
(Robbi firli warhamni wajburni warfakni wahdini waafini wafuani)
6. Sujud kedua dengan membaca
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
(Subhanna robbial akla wabihamdi)
7. Lalu kembali berdiri hingga kemudian melaksanakan tasyahud (tahiyyat) akhir lalu diakhir dengan salam
Kemudian niat sholat jum’at adalah sebagai berikut:
اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushollii fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillaahi ta’aala.
Artinya:
Aku niat melakukan shalat jum’at 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, menjadi makmum, karena Allah ta’ala.
