Pameran HUT ke-56 Senirupa FBS-UNP Sukses, Disayangkan Peran Para Alumni Belum Tersentuh

oleh -

Pameran HUT ke-56 Senirupa FBS-UNP Sukses, Disayangkan Peran Para Alumni Belum Tersentuh

Semangatnews.com, UNP – Padang Sampai hari kedua kegiatan pameran nasional seni rupa dan desain, Fakultas Bahasa dan Bahasa (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu, (13/11) dalam dalam rangkaian HUT ke 56 jurusan Seni Rupa di lantai II FBS mendapat apresiasi luas di kalangan publik Sumatera Barat.

Betapa tidak, pameran HUT jurusan seni rupa dan desain itu tidak saja melibatkan peserta dari seni rupa UNP (mahasiswa dan dosen) juga melibatkan karya-karya seniman di luar kampus dan sejumlah komunitas serta karya dari luar Sumatera Barat, diantaranya Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Riau dan Jambi.

Kegiatan pembukaan pameran yang berlangsung Selasa (12/11) kemarin yang semula dijadwalkan akan dibuka langsung oleh rektor UNP, Prof. Ganefri, P.hD, pukul 10.00 wib, karena rektor berhalangan hafdir, kegiatan pembukaan diwakili Dekan FBS UNP, Prof. Dr. Ermanto, S.Pd, M.Hum yang kegiatannya pembukaan sempat molor satu jam lebih.

Menurut Ermanto, ia sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan jalinan kerjasama yang dilakukan teman-teman panitia dengan berbagai pihak terutama selain dari kampus, luar kampus dan para seniman luar Sumatera Barat.

Itu semua tentu tidak luput dari salah satu peran strategis Jurusan Seni Rupa, terutama dalam seni, pendidikan seni dan desain guna melahirkan lulusan yang memiliki daya saing dan memiliki solusi tepat dan kreatif dalam menghadapi berbagai permasalahan zaman didasari berbagai terobosan baru seca aktif, kreatif, dan berdaya guna, ujar Ermanto lagi.

Sementara ketua panitia pameran Yasrul Sami B. di dampingi salah panitia, Nesya Fitriyona, kepada semangatnews. com menjelaskan pameran seni rupa dan desain HUT ke 56 seni rupa FBS UNP Padang kali ini yang mengangkat tema “Sapamatang” melibatkan 71 peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan beragam karya seni rupa dan desain. Di luar Sumatera Barat terdapat peserta dari Manado, Cianjur (Jawa Barat), Solo (perwakilan dari rekan-rekan di UNS), dan Riau, di antaranya juga terdapat peserta yang berasal dari beberapa komunitas seni yang cukup aktif di Sumatera Barat, yaitu Rumah Ada Seni (RAS), Rumah Ragam, dan Komunitas Seni Belanak.-, ujar Yasrul Sami.

Menurut Yasrul Sami, kata Sapamatang diangkat kepermukaan sebagai tema pameran, ia tidak hadir begitu saja kepermukaan. Semua bertitik tolak dari kegiatan berkesenian sekarang yang lebih berorientasi pada nuansa lokal sebagai identitas kekayaan budaya di Indonesia bahkan global. Hal ini juga menyinggung bahwa kesenian hari ini berada pada praktek kontemporer, tidak lagi memiliki kecenderungan pada tanda-tanda yang universal.

Justru karakter dan identitas lokal menjadi hal yang cenderung dicari akhir-akhir ini, termasuk didalamnya bidang desain, jelas Yasrul Sami lagi.
Pengamat dan kurator seni rupa, Muharyadi yang turut hadir pada kegiatan pembukaan pameran seni rupa dan desain HUT ke 56 Seni Rupa, FBS, UNP Padang ketika diminta pendapatnya perihal kegiatan pameran itu menyebutkan, secara kuantitas dan kualitas karya-karya yang tampil pada pameran seni rupa dan desain itu, cukup, menggembirakan. Artinya karya-karya yang tampil pada kegiatan tidak asal pajang, semuanya dilihat dari isi, pesan dan tema yang diusung relatif cukup baik.

Namun pada sisi lain, Muharyadi melihat, seharusnya pihak panitia juga melihat keterwakilan peserta di luar kampus dari Sumatera Barat seyogyanya menjadi bahan kajian dan analisis panitia kedepan. Karena setelah diamati satu persatu karya yang tampil banyak seniman seni rupa dan desainer yang sudah punya nama-nama besar di kancah nasional tidak turut serta di dalamnya. Jurusan dan panitia, seharusnya “membuka diri” untuk merangkul semua potensi yang ada, karena ini menyangkut pameran bertajuk nasional.

Sebagai seorang alumni di jurusan seni rupa, FBS, UNP, ia menyayangkan, saat pembukaan maupun di hari kedua pameran berlangsung, tak banyak ditemui para alumni seni rupa FBS, UNP Padang yang jumlahnya ribuan tersebar diberbagai daerah di Indonesia yang datang untuk menghadiri kegiatan penting dan berskala nasional ini. Muharyadi justru berharap, jurusan seni rupa, UNP, Padang harus membuka diri terhadap para alumninya untuk berperan serta di momen-momen penting seperti ini, karena keterlibatkan para alumni dapat memperkokoh peran strategis jurusan seni rupa bahkan kampus UNP sendiri, ujar Muharyadi. (FR)