Panik di MOI: Lantai Satu Mal Terbakar, Api Padam Setelah Tiga Jam

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Mal of Indonesia (MOI) semalam diterpa musibah kebakaran yang terjadi di lantai satu. Sekitar pukul 22.30 WIB, asap mulai mengepul dari salah satu area toko, memicu alarm hidran dan keributan ringan sebelum akhirnya api meluas di beberapa sudut.

Saksi yang kala itu sedang berpatroli di area lantai satu mendengar bunyi alarm dan langsung melapor. Beberapa menit kemudian, tim keamanan mal mencoba mengecek sumber asap, tetapi api sudah mulai membesar dan diduga menyebar ke ruang belakang toko-toko yang berdekatan.

Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan. Sebanyak 14 unit mobil damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Operasi berlangsung selama sekitar tiga jam — api berhasil dipadamkan pada pukul 03.05 WIB. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kepolisian Kelapa Gading segera memasang garis polisi di sekitar area terdampak untuk membatasi akses publik. Pihak manajemen mal dan kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan korsleting listrik sebagai pemicu awal.

Dugaan korsleting listrik makin mendapat perhatian publik setelah diketahui bahwa kebakaran malam itu berasal dari gudang salah satu toko sport di MOI. Gudang Sport Station, letaknya di dalam area mal, juga dilaporkan turut ikut terbakar.

Kebakaran di gudang tersebut terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB—tim keamanan mal mencium asap tebal dari lokasi gudang seluas sekitar 60 meter persegi. Upaya awal dilakukan oleh tim sekuriti sebelum akhirnya api menjalar dan memunculkan kobaran api signifikan.

Pemadam kebakaran Jakarta Utara tiba di lokasi sekitar pukul 00.34 WIB dan langsung menerjunkan 60 personel serta 14 mobil tangki air. Begitu api terdeteksi, mereka mulai menyemprot dari berbagai sisi agar kobaran tidak meluas ke area mal utama.

Meskipun api dapat dipadamkan, kerusakan di beberapa bagian gedung sudah terjadi. Beberapa toko mengalami kerusakan plafon, dinding berwarna hangus, dan sisa bekas leburan kabel. Pihak pengelola mal menyatakan akan melakukan evaluasi struktural sebelum membuka area terdampak untuk pengunjung kembali.

Sejumlah toko di sekitar area kebakaran memilih tutup sementara. Pedagang dan staf banyak yang keluar malam itu ketika alarm berbunyi. Beberapa di antaranya sempat kebingungan mencari jalan keluar darurat terutama karena banyak pintu cadangan berada jauh dari titik kobaran api.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan gedung—alarm, hydrant, jalur evakuasi, dan pelatihan petugas internal. Bila salah satu elemen gagal, mal sebesar MOI pun bisa rentan terhadap risiko besar.

Publik menunggu hasil penyelidikan dan perbaikan yang segera dilakukan. Meski mal besar seperti MOI dikenal megah, kejadian seperti ini menunjukkan bahwa tanpa pemeliharaan dan kesiapan teknis yang optimal, potensi bahaya kebakaran tetap membayangi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.