Jakarta, Semangatnews.com – Sekelompok burung beo di Lincolnshire Wildlife Park, Inggris, kembali jadi bahan pembicaraan publik setelah perilaku “kasar” mereka membuat pengelola taman kewalahan. Parrot Afrika abu-abu (African grey) itu dikenal karena kebiasaannya melontarkan sumpah serapah pada pengunjung — kini jumlahnya bertambah jadi delapan ekor.
Awalnya, hanya lima beo yang menunjukkan perilaku tak sopan. Namun belakangan, tiga ekor lain ikut-ikutan belajar bahasa “jalanan” dari kelompok aslinya. Pengurus taman menyebut situasi ini sebagai “penularan kata-kata kotor yang tak terkendali.”
Manajemen taman memutuskan untuk memindahkan seluruh beo nakal itu ke kandang baru berisi sekitar seratus burung beo lain. Harapannya, suara ramai dari burung lain dapat menenggelamkan ocehan kasar kelompok kecil ini.
Langkah ini diambil setelah upaya sebelumnya terbukti gagal. Pengurus sempat mencoba memberi “waktu istirahat” dengan memisahkan burung-burung itu dari pengunjung, namun mereka tetap saja mengumpat begitu kembali ke kandang umum.
“Parrot ini sangat pintar. Mereka meniru dengan cepat, apalagi hal-hal yang membuat manusia bereaksi,” ujar salah satu pengurus taman. “Masalahnya, mereka justru senang kalau orang tertawa atau terkejut.”
Pihak taman bahkan sampai memasang papan peringatan di sekitar area kandang mereka. Tulisannya cukup jelas: ‘Kami tidak bertanggung jawab atas apa yang Anda dengar.’ Papan ini menjadi favorit wisatawan untuk berfoto.
Fenomena beo berkata kasar ini sebenarnya bukan hal baru. Burung-burung cerdas ini sering kali meniru suara manusia yang menarik perhatian mereka, termasuk umpatan atau nada tinggi yang dianggap lucu.
Namun di Lincolnshire Wildlife Park, peristiwa ini berkembang jadi semacam “kultur baru” di antara kawanan beo. Begitu satu burung mulai mengumpat, yang lain ikut meniru, dan situasi pun tak terkendali.
Beberapa pengunjung mengaku geli mendengar makian bernada lucu dari beo. Tapi sebagian lain merasa tak nyaman, apalagi saat membawa anak-anak. Itulah sebabnya pihak taman memutuskan mengambil tindakan serius kali ini.
Dengan dipindahkannya kelompok beo ini ke kandang besar, diharapkan perilaku mereka bisa “larut” di tengah keramaian. Jika berhasil, taman tersebut berencana menjadikan area itu sebagai ruang interaksi bebas antara burung dan pengunjung.
Meski demikian, pihak taman tak menampik kemungkinan bahwa beberapa burung lain justru akan ikut-ikutan belajar kata kasar. “Kami tahu risikonya. Tapi setidaknya, suaranya akan lebih sulit dibedakan,” kata pengurus sambil tertawa.
Aksi ini pun menarik perhatian media Inggris, yang menyebut peristiwa tersebut sebagai “drama satwa paling lucu tahun ini.” Dunia maya pun ramai dengan komentar: dari yang memuji kecerdasan burung, hingga yang menyarankan “kursus etika untuk beo.”(*)
