Jakarta, Semangatnews.com – Pergerakan pasar saham Indonesia kembali menjadi perhatian investor setelah IHSG mengalami tekanan pada awal pekan. Meski indeks terkoreksi pada perdagangan Senin, analis masih melihat peluang terjadinya penguatan pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026.
IHSG sebelumnya ditutup turun 0,69 persen ke posisi 6.365. Tekanan tersebut membuat pelaku pasar mencermati sejumlah level teknikal untuk melihat arah pergerakan indeks selanjutnya.
MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpeluang menguat menuju area 6.440 hingga 6.544. Namun, potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diperhitungkan dengan area 6.308 sampai 6.360 menjadi rentang yang perlu diperhatikan.
Dari sisi teknikal, IHSG memiliki level support di 6.319 dan 6.201. Adapun resistance berada di 6.454 dan 6.599. Pergerakan indeks di sekitar level tersebut dapat menjadi salah satu acuan investor dalam membaca momentum pasar.
Sejalan dengan prospek IHSG, MNC Sekuritas menyoroti empat saham yang dinilai menarik untuk dicermati. Keempat saham tersebut berasal dari sektor yang berbeda dan memiliki karakter pergerakan masing-masing.
DSSA menjadi salah satu saham yang masuk dalam radar. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk tersebut ditutup menguat 1,03 persen ke Rp985 dan masih menunjukkan dominasi volume pembelian meskipun volumenya mulai mengecil.
Untuk DSSA, analis memberikan perhatian pada strategi buy on weakness di rentang Rp940 hingga Rp970. Target harga berada di Rp1.100 dan Rp1.195, sementara stop loss ditetapkan apabila harga turun di bawah Rp905.
Nama berikutnya adalah ESSA yang mencatat penguatan 7,87 persen menjadi Rp685. Kenaikan tersebut disertai peningkatan volume transaksi, tetapi secara teknikal pergerakan ESSA masih tertahan oleh MA200.
MNC Sekuritas menempatkan ESSA dalam strategi buy on weakness pada kisaran Rp650-Rp680. Target harga saham tersebut berada di Rp700 dan Rp730, sedangkan batas stop loss berada di bawah Rp640.
HRTA juga menjadi perhatian setelah sahamnya naik 2,33 persen ke Rp2.200. Sementara WIFI bergerak berlawanan dengan terkoreksi 2,23 persen ke Rp1.975, tetapi tekanan jualnya masih tertahan di sekitar MA20.
Untuk HRTA, strategi trading buy berada pada Rp2.150-Rp2.200 dengan target Rp2.290 dan Rp2.380 serta stop loss di bawah Rp2.080. Sedangkan WIFI memiliki area buy on weakness Rp1.945-Rp1.965 dengan target Rp2.130 dan Rp2.220 serta stop loss di bawah Rp1.885.
Pergerakan empat saham tersebut tetap harus dilihat dalam konteks kondisi IHSG secara keseluruhan. Analisis teknikal dapat membantu membaca momentum, tetapi tidak menjamin pergerakan harga sesuai target. Investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko dan melakukan riset tambahan sebelum bertransaksi.(*)

