PBB Ungkap Fakta Awal Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Ada Proyektil Tank dan Bom Rakitan

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa akhirnya mengungkap hasil penyelidikan awal terkait gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Temuan ini menjadi titik terang atas insiden tragis yang mengguncang Indonesia dan komunitas internasional.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa investigasi masih berada pada tahap awal. Namun, sejumlah bukti fisik di lapangan telah memberikan gambaran kuat mengenai penyebab kematian para prajurit tersebut.

Dalam temuan awal tersebut, satu prajurit TNI diketahui gugur akibat proyektil tank. Analisis fragmen menunjukkan peluru yang digunakan merupakan amunisi utama kaliber 120 mm yang berasal dari tank tempur.

PBB menyebut proyektil itu ditembakkan dari arah timur menuju wilayah Lebanon Selatan, tepatnya di sekitar Ett Taibe. Serangan ini terjadi pada 29 Maret 2026 dan menewaskan satu anggota TNI di lokasi kejadian.

Sementara itu, dua prajurit lainnya gugur dalam insiden berbeda sehari setelahnya. Mereka menjadi korban ledakan yang menghantam konvoi logistik pasukan perdamaian PBB di wilayah Bani Hayyan.

Ledakan tersebut berasal dari bom rakitan atau improvised explosive device (IED). Berdasarkan analisis lokasi dan karakteristik ledakan, PBB menduga kuat perangkat tersebut dipasang oleh kelompok Hizbullah.

Stephane menegaskan bahwa semua kesimpulan ini masih bersifat sementara. PBB saat ini masih mengumpulkan bukti tambahan dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Untuk memperdalam penyelidikan, PBB juga akan membentuk Dewan Penyelidikan khusus. Langkah ini merupakan prosedur standar dalam menangani insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian.

Insiden tersebut menewaskan tiga prajurit terbaik Indonesia, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.

Peristiwa ini terjadi dalam dua rangkaian serangan yang berdekatan, menunjukkan kondisi keamanan di Lebanon Selatan yang sangat tidak stabil akibat konflik yang terus berlangsung.

Hasil penyelidikan lanjutan dari PBB kini dinantikan dunia, karena akan menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan pasukan penjaga perdamaian tersebut.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.