SEMANGATNEWS.COM – Anjloknya harga jual pinang iris beberapa bulan belakangan ,membuat pelaku usaha yang menjual pinang ke daerah timur Indonesia menjerit. Salah satunya pelaku usaha yang berada di Jorong Balai Malintang Nagari Sitanang Kecamatan Lareh Sago Halaban (LASAHAN) Kabupaten Limapuluh Kota. Tidak itu saja, anjloknya harga jual tersebut juga berdampak pada pendapatan para petani pinang serta pengepul.
Salah satunya Ena Fitri, pemilik PT Alam Isna Pinang Sago berharap agar pemerintah dan pihak terkait dapat mencari solusinya agar harga pinang tidak terus turun.
” Iya, untuk harga jual Pinang Iris saat ini sangat anjlok. Biasanya penjualan kita bisa mencapai Rp. 70 ribu perkilogram, namun saat ini kurang dari Rp. 50 ribu,” sebut Ena.
Lebih jauh Ena menjelaskan, anjloknya harga jual Pinang Iris juga berdampak pada harga beli kepada masyarakat. Saat ini harga beli kepada masyarakat kurang dari Rp. 50 ribu perkilogram.
” Anjloknya harga jual Pinang Iris juga berdampak pada harga beli kita kepada masyarakat saat ini kita membeli kepada masyarakat perkilogramnya kurang dari Rp. 50 ribu,” ucapnya didampingi suaminya, Isral.
Harga jual yang anjlok itu menurut Ena dipengaruhi beberapa hal, diantaranya ekonomi masyarakat serta banyaknya daerah lainnya yang juga musim panen pinang.
” Kondisi (harga anjlok) dipengaruhi lesunya ekonomi masyarakat dan musim panen diberbagai daerah lainnya. Kita berharap perhatian Pemerintah maupun pihak terkait lainnya agar kondisi atau harga jual Pinang Iris kembali membaik,” ujar Ena yang telah melakoni usaha tersebut sejak empat belas tahun lalu.
Menurut Ena, harga beli tinggi kepada masyarakat lebih baik dibandingkan harga rendah, sebab berdampak pada pendapatan mereka.
” Tentu kita berharap harga beli tinggi kepada masyarakat, sebab hal itu juga berdampak pada harga jual kita. Untuk pengiriman pinang iris tergantung permintaan, bisa perminggu ataupun perbulan yang mencapai 8 ton. Namun saat ini berkurang.” Tutupnya. (ARYA)
