Pelukis Ardim DT. Saripado Menyederhanakan Bentuk di Karya-karyanya

oleh -
Ardim DT Saripado ( Foto: Muharyadi)

SEMANGATNEWS.COM, PADANG – 36 tahun silam perupa Ardim DT. Saripado (63 th) lebih dalam perjalanan kariernya sebagai perupa masih tetap setia menggali berbagai eksplorasi elemen estetik melalui penyederhanaan bentuk bentuk distorsi, tanpa kehilangan bentuk visual obyek obyek yang diusung kepermukaan, tetapi kadang juga menstimulasi abstrak simbolik.

Di antara karya-karyanya tampak berbagai macam ciri-ciri Kubisme seperti distorsi bentuk-bentuk obyek misalnya pada sosok manusia atau obyek-obyek lain yang kadang sedikit janggal tapi tetap menyuguhkan ekspresi artistik. Kerja lukis melukisnya membuat perupa ini terlihat mesra menggauli kecendrungan kubisme sepenuhnya hati.

Ardim DT Saripado , Penjaga Simbol, akrilik 180×145 xm, 2023 – ( Foto : Muharyadi)

Bukan tanpa alasan perupa kelahiran Lubuk Basung, Agam, Sumatera Barat 18 Agustus 1959 itu selama terpengaruh dengan sejumlah namna penting pelukis di Indonesia dan dunia seperti Mukhtar Apin, Fajar Siddik dan tokoh dunia Pablo Picasso, Gezanne, Braque, Albert, Glazes, Metzinger, Fernand Leger, Robert Dealunay, Francis Picabia, dan Juan Gris.

Karena dalam kecendrungan kubisme paling tidak dapat diadopsi motif persegi-persegi/kubis yang geometris atau penggambaran alam dengan disederhanakan sehingga berkesan seperti bidang atau kubus-kubus serta penciptaan bentuk kubis dihasilkan dari garis-garis atau warna yang bersilangan. Ardim mencoba masuk di dalamnya, dengan khas miliknya pada karya-karya yang lahir dan meluncur seperti air mengalir.

Saat ditemui dikediaman Ardim DT. Saripado di jalan Durian G/7, Wisma Indah II, Kelurahan Kampung Lapai Nanggalo – Padang, Rabu 25/01/23 perupa ini dengan sejumlah karya-karya terbarunya masih terlihat sebagai sosok perupa yang gigih dan ulet untuk terus berkarya, berkarya, berpameran dan berkarya lagi.

Ardim DT Saripado , Penjaga Simbol, akrilik 180×145 xm, 2023 – (Foto : Muharyadi)

Keahlian perupa ini mengolah desain, komposisi dan warna dengan goresannya repetitif, sensitif, menggairahkan, dan mengeksplorasi mengesankan karakterisasi kuat pada setiap karya-karyanya. Beberapa karya terbaru yang dihasilkan berjudul Penjaga Simbol, akrilik 180×145 xm, 2023, atau, No Name, akrilik, 60×60 cm, 2023 dan karya sebelumnya Tiga wanita berpakaian Minang, 160 x 125 cm, akrilik, 2021 sentuhan kuasnya terlihat kentara menggambarkan keseluruhan objek yang kompleks dan abstraksi-abstraksi yang ditelusirinyanya dari lingkungan alam sekitar sebagai bentuk penangkapan obyek-obyek subjektif terlihat apik dan rinci bahkan teliti berkat pencarian, dan eksplorasi visual bentuk manusia dan obyek lain yang ditampilkan.

Ardim DT Saripado dalam kancah seni rupa Sumatera Barat sebenarnya bukanlah merupakan sosok baru. Ia sejak tahun 1976 silam telah memulai kariernya sebagai perupa juga pendidik di almamaternya menjadi guru seni lukis, seni patung di SMSR Negeri Padang (sekarang SMKN 4 Padang). Selain menempuh pendidikan di almamaternya ia juga pernah bermukim dan berkarya di Yogyakarta, saat mengenyam pendidikan di P4TK Seni Budaya Yogyakarta, Jalan Kaliurang, KM 13 Yogyakarta puluhan tahun silam.

Ardim Dt Saripado, Tiga Wanita Berpakaian Minang, 160 x 125 cm, akrilik, 2021 – (Foto / Dok : Muharyadi)

Beralasan memang sebagai pelukis yang juga menekuni dunis seni patung yang juga merupakan bagian dari kesehariannya selama ini kecendungannya menciptakan bentuk geometris, seperti bentuk kubus, segitiga, silinder, lingkaran, atau lainnya menjadikan karya lukis yang dihasilkan terlihat linier dengan karya-karya patung yang selama ini dikerjakan.
Diantara banyak lukisan yang dihasilkannya perupa ini memiliki sudut pandang yang bisa dilihat secara bersamaan dari berbagai arah yang tampak unik dan bernilai seni tinggi dengan warna-warna lepasnya dari asosiasi fenomena bentuk duniawi, tetapi menggiring pengamatan lukisannya kepada realitas spritual yang non material.

Ardim Dt. Saripado ditengah-tengah kesibukannya baik semasa mengikuti pendidikan seni tingkat menengah dan peguruan tinggi, saat menjadi pendidik di almamaternya hingga kini masih banyak meluangkan waktu untuk mewujudkan obsesinya melahirkan karya-karya terbaik hingga mendapat apresiasi tinggi dari penikmat seni pada setiap iven pameran yang diikutinya baik di Sumatera Barat maupun sejumlah iven penting lainnya secara nasional. (Muharyadi)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.