YOGYAKARTA, SEMANGATNEWS.COM – Sekaitan kegiatan pameran Retropeksi pelukis sang maestro kaligrafi Islam Syaiful Adnan yang akan digelar di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta 22 – 25 Desember 2023 mendatang juga terdapat dua agenda penting yakni ; peluncuran buku Biografi Maestro Kaligrafi Syaifulli dan Kompetisi Kaligrafi Syaifulli.
Bagi pelukis “urang awak” asal Saniangbaka Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang kini bermukim dan berkarya di Jogjakarta itu, tiga kegiatan ini merupakan momen bersejarah dan memiliki makna penting bagi dirinya yang seteleha menekuni dunia seni rupa khususnya kaligrafi Islam selama lebih empat dekade lalu.
Menurut Syaiful yang dihubungi dikediamannya, Gamping Kidul, RT 03/RW 19 Ambarketawang, Gamping, Sleman Yogyakarta, Minggu sore (15.10.23) menyebutkan, dalam pameran retropeksi tersebut ia akan menampilkan karya-karya yang dihasilkan selama ini hasil penjelajahan kreativitasnya dalam dunia seni rupa, khususnya kaligrafi Islam yang ia tekuni selama ini.

Adapun materi lomba berupa image karya seni rupa dengan objek Kaligrafi Syaifulli. Karena Syaifulli merupakan gaya kaligrafi Arab yang diciptakan sang maestro Syaiful Adnan dengan cirinya antara lain bentuk huruf yang memanjang laksana pedang (syaiful) atau seperti rumah tradisional Minang tempat Syaiful dilahirkan.
Untuk mengikuti Kompetisi Kaligrafi Syaifulli dimaksud peserta dapat mengunggah akun Instagram dan bukan akun private dengan menulis deskripsi karya melalui hashtag : #KaligrafiSyaifulli #PameranKaligrafiSyaifulli #BiografiSyaifulAdnan dan deadline pengiriman upload) tanggal 23 Desember 2023 pukul 21:00.
Kepada lima pemenang terbaik akan diberikan hadiah dan dihubungi melalui DM (Direct Message) pada akun yang digunakan untuk mendaftar oleh akun painting.explorer,” ujar Syaiful memberi penjelasan.
Kekuatan Khat Syaiful Adnan
Dalam catatan kita pada karya-karya Syaiful Adnan yang akan digelar pada pameran restropeksi mendatang bahwa kekuatan khat kaligrafi Islam menjadi sangat menonjol dalam eksplorasi karya-karya yang mengetengahkan ayat-ayat suci Al-Qur’an sebagai tema sentral sebagai bentuk refresentasi atas tauhidiah — keyakinan tentang keesaan Allah — dan zikir sebagai konsekwensi tauhid.
Lukisan-lukisannya juga merupakan ekspresi zikir visual, membaca dan mewujudkan terus menerus tentang ayat-ayat Allah. Keesaan Allah SWT dapat dipahami melalui rangkaian ayat-ayat suci Al-Qur’an yang memuat tentang segala kemahabesaran, kemahaagungan, kemahaindahan dan lain sebagainya.
Salah satu karya masterpiece Syaiful Adnan yang dikoleksi galeri nasional Indonesia bersama lukisan sang maestro lainnya (2012), berjudul “Fii Sabillillah”, cat minyak, 100×100 cm, terkandung makna sesuai surat Al Hujaraat ayat 15 sebagai pokok lukisan. Artinya orang-orang mukmin adalah mereka yang beriman pada Allah SWT dan Rasul-Nya yang tiada ragu-ragu berjuang di jalan Allah dengan harta dan diri mereka, misalnya mendirikan mesjid atau usaha penyebaran dakhwah Islam.
Karya lain Syaiful Adnan berjudul “Gemah Ripah Loh Jinawi”, cat minyak, 150×150 cm, 2007 yang mengekspresikan surat Al-A’raf ayat 7 dengan visualisasi peta Indonesia menjadi sangat kontekstual dan menarik disimak. (muharyadi).
