Pemerintah Targetkan Investasi Rp 13.000 Triliun Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pemerintah Indonesia menargetkan investasi senilai Rp 13.032 triliun selama periode 2025–2029 untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Target ambisius ini diungkapkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani, yang menegaskan bahwa investasi akan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam lima tahun ke depan.

Menurut Rosan, angka tersebut disusun berdasarkan kajian Kementerian PPN/Bappenas yang memperhitungkan kebutuhan pembiayaan pembangunan di berbagai sektor prioritas. Ia menekankan bahwa investasi, setelah konsumsi domestik, merupakan kontributor terbesar kedua terhadap PDB nasional.

“Investasi memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong ekspor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rosan dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah kini fokus pada upaya memperkuat ekosistem investasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang. Artinya, Indonesia tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi, tetapi juga kualitasnya agar mampu memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah dan nasional.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga terus memperluas hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, energi, hingga pertanian. Hilirisasi dianggap sebagai kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga produsen bernilai tambah tinggi.

Rosan menjelaskan, strategi hilirisasi yang terintegrasi akan memperkuat daya saing industri nasional sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari ekspor produk olahan. “Kita ingin investasi yang masuk bisa membawa teknologi, menciptakan nilai tambah, dan memperluas kesempatan kerja,” tegasnya.

Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti kepastian hukum, percepatan perizinan, serta peningkatan infrastruktur pendukung investasi. Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki regulasi dan mempermudah proses birokrasi agar investor semakin percaya terhadap iklim bisnis di Indonesia.

Dalam jangka menengah, pemerintah juga menargetkan peningkatan investasi di sektor energi baru terbarukan, digitalisasi industri, dan penguatan sektor pangan nasional. Ketiga sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ekonomi berkelanjutan.

Rosan optimistis target investasi sebesar Rp 13.032 triliun bukan sekadar angka di atas kertas. Ia yakin target tersebut dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Pertumbuhan 8 persen adalah tujuan besar yang membutuhkan kerja sama lintas sektor. Tidak mungkin tercapai jika hanya mengandalkan satu pihak,” ujarnya.

Dengan strategi yang tepat, dukungan regulasi yang kuat, serta komitmen terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan, Indonesia diyakini mampu menjadikan periode 2025–2029 sebagai era kebangkitan ekonomi baru.

Langkah ini sekaligus menandai keseriusan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.