Pemilihan Ketua PWI Dharmasraya Deadlock, Diambil Alih PWI Sumbar

oleh -

Pemilihan Ketua PWI Dharmasraya Deadlock, Diambil Alih PWI Sumbar

Semangatnews, Pulau punjung –
Pemilihan Ketua PWI Dharmasraya periode 2019-2022 terjadi deadlock. Karena dari 3 kandidat masing masing dapst suara dari 6 pemilih.
Fery Piliang dari Singgalang mendapat 2 suara, Rita dari Padek juga 2 suara dan Hanif dari Minang 1 meraup 2 suara.

“Untuk memecah kebuntuan ini, Ketua PWI Sumbar menyarankan agar ke tiga kandidat berembug. Siapa ketua tentukanlah oleh yang bertiga ini,” jelas Heranof.

Nampaknya, mereka bertiga tak mau mundur, maka diputuskan dibawa pleno Pengurus PWI Sumbar, yang jadwalnya ditentukan kemudian, kata Syafrizal Yasin.

Awal pembukaan Ketua PWI Sumbar, Heranof Firdaus meminta PWI perwakilan menjalin kemitraan dengan stake holder utamanya dengan pemerintah setempat.

Kemitraan jangan diartikan PWI berada dibawah atau dipengaruh pemerintah, melainkan sosial kontrol wartawan tetap dilaksanakan.
Hal ini ditegaskan Heranof tatkala membuka konferensi PWI Dharmasraya, Selasa 13/11 di Wisma Agung Pulau Punjung.

Konferensi sebagai amanah pdprt PWI yang harus dilaksanakan untuk menyusun program, pemilihan pengurus dan pertanggungjawabjawaban pengurus sebelumnya.

Maryadi,SE selaku ketua PWI setempat telah berakhir pengabdiannya untuk ke dua kali. Tidak boleh lagi maju, karena aturannya demikian.
Konferensi sesuai agenda usai pembukaan adalah pengesahan tatib, pertanggubgjawaban, penyusunan program dan pemilihan ketua dan formatur.

Staf Ahli Bupati Masheri Yandra Boy mengajak PWI Dharmasraya menjalun kemitraan dengan Pemda.

“Mari kita bangun sinergi untuk Dharmasraya yang lebih baik,” ujar Yandra.

Kritik dan saran adalah umpan balik bagi Pemda Dharmasraya untuk perbaikan dan pembangunan kemasyarakatan.
Hadir dalam konferensi pengurus PWI Sumbar, Rusdi Bais dan Zulnadi,Sekretaris DKP. (zln)