Pemko Padang Panjang Berlakukan Tanggap Darurat 14 Hari, Seluruh ASN Diminta Siaga Penuh

by -

Padang Panjang, Semangatnews.com – Pemerintah Kota Padang Panjang resmi menetapkan status Tanggap Darurat selama 14 hari menyusul rangkaian bencana hidrometeorologi yang menerjang sejumlah kawasan di wilayah kota dan perbatasan Tanah Datar. Penetapan ini sekaligus mengaktifkan seluruh unsur pemerintahan untuk bekerja tanpa batas waktu demi mempercepat penanganan.

Kamis (27/11) malam, seluruh ASN dan Non-ASN dikumpulkan dalam rapat koordinasi khusus di Gedung M. Sjafei. Rapat dipimpin Dandim 0307/TD, Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, berdasarkan instruksi langsung dari Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis.

Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa pola kerja selama masa tanggap darurat tidak lagi mengikuti ritme normal. Seluruh aparatur daerah diminta bekerja tanpa mengenal hari libur, bahkan dituntut siaga 24 jam demi misi kemanusiaan yang sedang berlangsung.

“Ketika status sudah tanggap darurat, kita tidak lagi bicara jam kerja. Semua hari adalah hari kerja, dan semuanya menjadi prioritas. Kita bergerak terus tanpa berhenti,” tegas Agus Priyo.

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini tim gabungan masih berupaya menemukan korban yang hilang. Tujuh korban telah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara, sementara pencarian dilanjutkan di titik-titik rawan yang masih sulit dijangkau.

Selain itu, Dandim menyoroti faktor pemukiman warga yang berada terlalu dekat dengan aliran sungai, terutama di kawasan Jembatan Kembar. Ia menilai kondisi tersebut turut memperbesar dampak bencana dan perlu menjadi evaluasi bersama.

Seluruh OPD diminta memastikan peran dan tugas masing-masing berjalan efektif. Koordinasi lintas instansi ditegaskan sebagai kunci utama agar penanganan lapangan tidak tumpang tindih dan dapat mencapai target pemulihan dalam waktu yang ditentukan.

Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, yang turut hadir, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap instruksi Wali Kota dan Dandim. Ia meminta seluruh aparatur bekerja dengan empati dan tidak bersikap masa bodoh terhadap situasi yang sedang dialami masyarakat.

“Ini bukan tugas biasa. Bayangkan jika korban itu keluarga kita, tentu kita akan bergerak secepat mungkin. Maka saya minta semua hadir dengan hati dan kepedulian,” ujarnya.

Ia juga menekankan distribusi kebutuhan dasar bagi warga terdampak harus berjalan tanpa hambatan. Menurutnya, tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan makanan dan logistik selama masa tanggap darurat.

Pemko berharap seluruh proses pencarian, normalisasi akses, dan pemulihan kehidupan warga dapat berjalan optimal dalam dua minggu ke depan. Seluruh ASN, Non-ASN, dan relawan diminta terus bersinergi hingga situasi kembali terkendali.(eti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.