Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Sembako Untuk 300 Keluarga Miskin
SEMANGATNEWS.COM – Pemerintah Kota Payakumbuh mengintervensi titik-titik kerentanan pangan daerah dengan menyalurkan bantuan bahan pokok kepada 300 keluarga miskin yang tersebar di enam kelurahan. Langkah taktis ini digulirkan guna meringankan beban pengeluaran harian sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Aula Kantor Camat Payakumbuh Utara, Kamis (29/10/2026). Setiap keluarga penerima manfaat berhak membawa pulang paket sembako berupa 10 kilogram beras premium lokal, dua liter minyak goreng, satu zak telur ayam, dua kaleng susu kental manis, dan satu kilogram gula pasir.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Staf Ahli Wali Kota Erizon menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk intervensi langsung negara untuk menekan kerentanan sosial di tengah masyarakat.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat, menjaga ketahanan pangan keluarga, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kota Payakumbuh,” ujar Erizon.
Wali Kota Zulmaeta menginstruksikan jajarannya agar penyaluran di lapangan berjalan tertib, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Kita berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kita akan terus berupaya menghadirkan program yang berpihak kepada masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan, agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tambah Erizon.
Secara teknis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda memaparkan bahwa pemetaan wilayah sasaran merujuk pada Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kota Payakumbuh Tahun 2025. Dari total 47 kelurahan di Payakumbuh, tercatat enam kelurahan masuk kategori agak rentan pangan, 30 kelurahan agak tahan, dan 11 kelurahan berstatus tahan.
Enam kelurahan yang masuk dalam zona rentan dan menjadi prioritas intervensi tersebut meliputi Kelurahan Talang di Kecamatan Payakumbuh Barat; Napar, Taratak Padang Kampuang, dan Tigo Koto Diate di Kecamatan Payakumbuh Utara. Selanjutnya, Kelurahan Parambahan di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, serta Balai Jariang di Kecamatan Payakumbuh Timur. Masing-masing kelurahan mendapatkan alokasi untuk 50 keluarga.
Edvidel memastikan penyaringan data calon penerima bantuan dilakukan secara ketat berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data mentah tersebut kemudian diverifikasi berlapis oleh Petugas Sosial Masyarakat (PSM) sebelum diusulkan secara resmi oleh pihak kelurahan.
“Penetapan penerima mengacu pada data yang telah diverifikasi dan divalidasi agar bantuan menjangkau masyarakat yang berhak. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga,” urai Edvidel.
Ia menambahkan bahwa pendanaan program strategis ini bersumber dari APBD dan Dana Transfer ke Daerah (TKD).
“Anggaran ini dialokasikan untuk mendukung subkegiatan Pelaksanaan Intervensi Kerawanan Pangan dan Gizi Kabupaten/Kota dalam Program Penanganan Kerawanan Pangan,” pungkasnya. (Jn)

