Padang Panjang, Semangatnews.com – Pemerintah Kota Padang Panjang bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait bau menyengat dan maraknya lalat di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Sungai Andok. Setelah dilakukan penanganan intensif selama beberapa hari hingga Ahad (21/12), kondisi lingkungan di kawasan tersebut mulai menunjukkan perbaikan.
Upaya penanganan dilakukan dengan fokus pada pembersihan saluran drainase yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi serta penyemprotan disinfektan pada tumpukan sampah. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan sumber bau sekaligus mengurangi populasi lalat yang berpotensi mengganggu kesehatan warga.
Kegiatan pembersihan dan penyemprotan dilakukan secara terpadu oleh personel Satpol PP Damkar bersama petugas kebersihan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH). Proses pengerjaan dilakukan bertahap agar seluruh area TPA dan saluran air di sekitarnya dapat tertangani secara maksimal.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis melalui Wakil Wali Kota Allex Saputra menegaskan pentingnya pengelolaan TPAS yang sesuai standar dan memperhatikan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga pada kenyamanan dan kesehatan warga yang tinggal di sekitar lokasi TPA.
“TPAS harus dikelola secara profesional. Dengan pengawasan yang baik, bau tidak sedap dan keberadaan lalat bisa diminimalkan,” ujar Allex.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota akan terus melakukan pengawasan rutin serta perbaikan berkelanjutan agar kondisi TPAS Sungai Andok tetap terkendali dan tidak kembali menimbulkan keluhan serupa.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat turut hadir memantau langsung proses penanganan, di antaranya Kepala Satpol PP Damkar Benny, Plt Kepala Dinas Perkim LH Welda Yusar, serta Camat Padang Panjang Barat Romi Ar Rahman.
Pemko Padang Panjang berharap, langkah cepat dan kolaboratif ini dapat menjaga kualitas lingkungan di sekitar TPAS sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan sampah di daerah tersebut.(eti)
