Jakarta, Semangatnews.com – Kepulangan Ayu Dewi dari Bangkok ke Jakarta berubah menjadi perjalanan panjang setelah erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu lalu lintas penerbangan. Presenter tersebut harus mencari berbagai alternatif perjalanan agar bisa kembali ke Jakarta bersama putrinya, Aqilah.
Ayu berada di Thailand untuk mendampingi Aqilah yang mengikuti lomba internasional. Setelah seluruh kegiatan selesai, keduanya bersiap pulang ke Indonesia dengan penerbangan yang dijadwalkan pada pagi hari.
Pesawat yang seharusnya membawa Ayu dan Aqilah ke Jakarta ternyata tidak langsung berangkat. Mereka sempat diminta menunggu hingga sekitar pukul 09.45 sebelum mendapat kabar bahwa penerbangan tersebut akhirnya dibatalkan.
Tidak menyerah, Ayu kemudian mencari penerbangan lain. Ia berhasil memperoleh tiket dengan jadwal keberangkatan sekitar pukul 12.40, tetapi perjalanan tersebut kembali tidak dapat langsung menuju Jakarta karena kondisi abu vulkanik akibat erupsi Anak Krakatau.
Ayu akhirnya mengambil opsi penerbangan menuju Denpasar, Bali. Pilihan tersebut membuatnya setidaknya bisa menginjakkan kaki kembali di Indonesia, meski dari Bali ia masih harus memikirkan cara untuk meneruskan perjalanan ke Jakarta.
Pesawat yang ditumpangi Ayu bahkan sempat berputar di udara sebelum mendarat di Bali. Padatnya lalu lintas di landasan menjadi salah satu situasi yang harus dihadapi setelah sejumlah penerbangan mengalami perubahan rute dan jadwal.
Sesampainya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ayu belum bisa sepenuhnya merasa lega. Ia masih harus mencari penerbangan lanjutan atau moda transportasi lain yang memungkinkan dirinya dan Aqilah sampai ke Jakarta.
Beberapa kota sempat dipertimbangkan sebagai jalur alternatif. Ayu melihat kemungkinan terbang menuju Surabaya, Yogyakarta, Solo, atau Semarang, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api. Namun, ketersediaan tiket ternyata tidak mudah diperoleh.
Kondisi tersebut akhirnya membuat Ayu mempertimbangkan perjalanan melalui jalur darat hingga jalur laut. Pilihan itu menjadi jalan keluar di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan yang masih terdampak sebaran abu vulkanik.
Gangguan yang dialami Ayu merupakan bagian dari dampak luas erupsi Anak Krakatau. Sejumlah bandara di Indonesia sempat ditutup dan ribuan penerbangan terdampak karena abu vulkanik berada di jalur penerbangan. Pemerintah dan otoritas penerbangan terus melakukan pemantauan sebelum operasional kembali dinyatakan aman.
Bagi Ayu, perjalanan tersebut akhirnya menjadi pelajaran tentang menerima keadaan. Di tengah perjalanan yang melelahkan dan penuh perubahan rencana, ia memilih mengambil sisi positif dengan mengingat kembali pentingnya kesabaran dan rasa syukur. Pengalamannya pun menjadi gambaran bagaimana erupsi Anak Krakatau berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, termasuk mereka yang sedang melakukan perjalanan dari luar negeri menuju Indonesia.(*)

