PengMas FBiPK Universitas Brawijaya Perkuat UMKM Desa Argosuko melalui Pemasaran Digital
SEMANGATNEWS.COM – Pengabdian Masyarakat (PengMas) Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) Desa Argosuko menggelar kegiatan pendampingan pemasaran digital dan pelatihan pembuatan kokedama bagi pelaku UMKM dan ibu-ibu PKK.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Kamis (23/7), tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan teknologi digital. Pelaku usaha tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga perlu memahami strategi pemasaran digital agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi, membangun identitas usaha, hingga memperluas jangkauan pasar. Materi pemasaran digital disampaikan oleh Dr. Nur Baladina, S.P., M.P.
Kegiatan diawali dengan sambutan Mahfudlotul ‘Ula, S.E., M.Si. yang menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan serta penguatan ekonomi masyarakat.
Selain edukasi pemasaran digital, PengMas FBiPK UB juga memberikan dukungan terhadap digitalisasi transaksi UMKM melalui penyerahan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada pelaku usaha di Desa Argosuko.
Penyerahan QRIS tersebut diharapkan dapat mempermudah transaksi non-tunai sekaligus membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan sistem pembayaran digital yang praktis dan profesional.
Pelatihan Kokedama Jadi Produk Kreatif Bernilai Ekonomi
Usai pendampingan pemasaran digital, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kokedama bersama ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM.
Kokedama merupakan seni menanam tanaman menggunakan media berbentuk bola yang dibungkus lumut atau media tanam tertentu sehingga menghasilkan tampilan yang unik dan estetik.
Dalam praktik tersebut, peserta bersama mahasiswa PengMas FBiPK UB mengikuti setiap tahapan pembuatan kokedama, mulai dari menyiapkan media tanam, membentuk media menjadi bola, hingga merangkai tanaman menjadi produk yang siap dipajang.
Selain dapat digunakan untuk mempercantik lingkungan, kokedama diperkenalkan sebagai salah satu produk kreatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dipasarkan sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM aktif berdiskusi mengenai strategi pemasaran digital serta bersemangat mengikuti praktik pembuatan kokedama.
Salah seorang peserta, Bapak Kusno, mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diselenggarakan PengMas FBiPK Universitas Brawijaya.
Menurutnya, materi yang diberikan mudah dipahami, sementara praktik pembuatan kokedama menjadi pengalaman baru yang menarik bagi masyarakat.
“Kegiatannya seru sekali. Terima kasih kepada FBiPK Universitas Brawijaya yang sudah mengadakan kegiatan ini. Kami berharap ke depannya bisa ada kegiatan-kegiatan seperti ini lagi karena sangat bermanfaat, menambah pengetahuan, dan membuat masyarakat lebih semangat untuk belajar hal-hal baru,” ujar Kusno.
Melalui kegiatan tersebut, PengMas FBiPK Universitas Brawijaya berharap masyarakat Desa Argosuko semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha.
Sinergi antara inovasi produk, keterampilan masyarakat, dan strategi pemasaran digital diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi pemasaran digital dan pelatihan keterampilan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan UMKM dan digitalisasi pembayaran, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Dengan adanya kegiatan tersebut, PengMas FBiPK UB berharap pemberdayaan masyarakat di Desa Argosuko dapat terus berkembang dan mendorong terciptanya UMKM yang semakin mandiri, inovatif, serta mampu bersaing di era digital.(*)

