Penjualan PS5 Anjlok Drastis, Krisis Memori Global Jadi Biang Kerok

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Penjualan konsol PlayStation 5 dilaporkan mengalami penurunan tajam di tengah krisis memori global yang mulai memengaruhi industri teknologi dunia. Kondisi tersebut membuat Sony menghadapi tekanan besar, baik dari sisi produksi maupun harga jual perangkat gaming mereka.

Dalam laporan keuangan terbaru, Sony disebut hanya mampu menjual sekitar 1,5 juta unit PS5 pada kuartal fiskal terakhir. Angka tersebut turun sekitar 46 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan itu terjadi setelah Sony beberapa kali menaikkan harga PS5 dalam setahun terakhir. Harga konsol yang semula berada di kisaran 499 dolar AS kini melonjak hingga sekitar 649 dolar AS di sejumlah pasar.

Sony menyebut kenaikan harga tidak lepas dari tekanan ekonomi global serta krisis pasokan chip memori yang semakin parah. Industri teknologi saat ini memang sedang menghadapi lonjakan harga RAM dan komponen penyimpanan akibat tingginya permintaan sektor AI.

Permintaan besar dari perusahaan kecerdasan buatan membuat pasokan memori dunia semakin terbatas. Banyak produsen perangkat elektronik kini harus berebut komponen penting untuk mempertahankan produksi mereka.

Akibat situasi tersebut, Sony mengaku harus menyesuaikan target penjualan PS5 berdasarkan jumlah memori yang bisa mereka dapatkan dengan harga wajar. Perusahaan juga memperkirakan pendapatan bisnis gaming mereka turun sekitar 6 persen pada tahun fiskal berjalan.

Meski penjualan hardware menurun, Sony masih optimistis terhadap sektor software dan ekosistem PlayStation. Kehadiran game besar seperti Grand Theft Auto VI disebut berpotensi meningkatkan aktivitas gamer dan penjualan digital dalam waktu dekat.

Krisis memori global juga mulai memengaruhi rencana konsol generasi berikutnya. Sejumlah laporan menyebut Sony masih berhati-hati menentukan jadwal dan harga untuk penerus PS5 karena biaya produksi yang terus meningkat.

Tak hanya Sony, perusahaan lain seperti Nintendo dan produsen hardware PC juga terkena dampak serupa. Harga perangkat gaming dan komponen komputer diperkirakan masih akan mengalami tekanan hingga beberapa tahun mendatang.

Para analis menilai industri gaming kini menghadapi tantangan baru akibat ledakan teknologi AI. Permintaan chip memori untuk pusat data dan akselerator AI disebut mulai menggeser prioritas produksi komponen elektronik global.

Meski begitu, PS5 masih menjadi salah satu konsol paling populer di dunia. Namun di tengah krisis memori dan kenaikan harga, Sony kini harus mencari strategi baru agar penjualan perangkat gaming mereka tidak terus mengalami penurunan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.