Jakarta, Semangatnews.com – Insiden mengejutkan terjadi pada penerbangan maskapai Garuda Indonesia rute Jakarta menuju Pekanbaru setelah bagian moncong pesawat diketahui mengalami kerusakan. Peristiwa tersebut terjadi setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, pada Sabtu sore.
Kerusakan terlihat pada bagian hidung pesawat atau radome di sisi kiri yang tampak penyok. Kondisi tersebut baru diketahui setelah pesawat selesai melakukan pendaratan dan para penumpang turun dari kabin menuju terminal kedatangan.
Sejumlah penumpang mengaku terkejut ketika melihat kondisi pesawat dari luar. Mereka baru menyadari kerusakan tersebut setelah berada di area terminal dan melihat langsung bagian depan pesawat yang tampak tidak normal.
Salah satu penumpang menyebutkan bahwa selama perjalanan dari Jakarta menuju Pekanbaru tidak terdengar adanya benturan keras. Meski begitu, pesawat sempat mengalami turbulensi ringan sebelum proses pendaratan berlangsung.
Beberapa penumpang mengatakan suasana di dalam pesawat saat penerbangan berlangsung sebenarnya relatif normal. Awak kabin juga tidak memberikan informasi khusus mengenai gangguan pada pesawat selama di udara.
Kerusakan pada bagian depan pesawat tersebut kemudian diperiksa oleh teknisi setelah pesawat berhenti di apron bandara. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa bagian radome memang mengalami kerusakan yang cukup jelas terlihat dari luar.
Pihak pengelola Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru membenarkan adanya kerusakan tersebut. Namun penyebab pasti kerusakan pada moncong pesawat masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Radome sendiri merupakan bagian penting pada pesawat yang berfungsi sebagai pelindung radar yang berada di hidung pesawat. Kerusakan pada bagian ini biasanya memerlukan pemeriksaan teknis mendalam sebelum pesawat dapat kembali dioperasikan.
Akibat kerusakan tersebut, penerbangan lanjutan dari Pekanbaru menuju Jakarta akhirnya dibatalkan. Maskapai kemudian mengambil langkah penanganan untuk memastikan keselamatan serta kelanjutan perjalanan para penumpang.
Sebagian penumpang yang terdampak dialihkan ke penerbangan lain agar tetap dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan mereka. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap jadwal perjalanan penumpang.
Hingga saat ini, pihak maskapai bersama otoritas terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan pada moncong pesawat tersebut. Proses investigasi diharapkan dapat memastikan keamanan operasional penerbangan ke depan.(*)

