Penjualan BYD di China Terjun Bebas 41 Persen, Persaingan Ketat dan Libur Imlek Jadi Pemicu

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Kinerja penjualan produsen mobil listrik asal China, BYD, mengalami penurunan tajam pada awal 2026. Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu raksasa kendaraan listrik dunia itu mencatat penjualan turun sekitar 41 persen pada Februari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan perusahaan, total penjualan kendaraan energi baru BYD pada Februari 2026 hanya mencapai sekitar 190.190 unit. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan penjualan pada Februari tahun lalu dan menjadi penurunan paling tajam sejak masa pandemi beberapa tahun lalu.

Penurunan penjualan ini terjadi di tengah dinamika pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif di China. Industri otomotif terbesar di dunia tersebut kini dipenuhi banyak pemain baru yang berlomba menawarkan teknologi dan harga lebih agresif.

Salah satu faktor utama yang memicu penurunan tersebut adalah melemahnya permintaan di pasar domestik China. Penjualan BYD di dalam negeri dilaporkan turun hingga sekitar 65 persen menjadi sekitar 89.590 unit pada Februari.

Selain itu, periode libur panjang Tahun Baru Imlek juga turut memengaruhi performa penjualan perusahaan. Selama masa liburan tersebut, aktivitas produksi, distribusi, serta pembelian kendaraan di China biasanya mengalami perlambatan.

Banyak pabrik otomotif di China menghentikan sementara kegiatan operasional ketika pekerja pulang kampung untuk merayakan Imlek. Akibatnya, jumlah hari kerja efektif berkurang sehingga produksi dan pengiriman kendaraan ikut terdampak.

Meski pasar domestik melemah, penjualan BYD di luar negeri justru menunjukkan kinerja yang lebih positif. Ekspor kendaraan perusahaan dilaporkan mencapai lebih dari 100.000 unit pada Februari, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun lonjakan ekspor tersebut belum mampu menutup penurunan tajam di pasar domestik yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan BYD. Sebagian besar penjualan perusahaan memang masih berasal dari China.

Tekanan juga datang dari persaingan yang semakin sengit dengan produsen mobil lain di China. Sejumlah rival domestik seperti Geely dan Leapmotor semakin agresif memperluas pasar kendaraan listrik dengan berbagai model baru.

Situasi ini membuat BYD mulai menyiapkan berbagai strategi untuk mempertahankan posisinya di pasar kendaraan listrik global. Perusahaan dikabarkan menyiapkan inovasi teknologi baru serta skema pembiayaan kendaraan yang lebih menarik bagi konsumen.

Di sisi lain, BYD juga terus memperluas ekspansi internasional dengan membangun pabrik dan jaringan produksi di berbagai negara. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan global sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar domestik China.

Meski mengalami penurunan sementara, para analis menilai BYD masih memiliki posisi kuat di industri kendaraan listrik dunia. Perusahaan yang berdiri pada 1995 tersebut saat ini tetap menjadi salah satu produsen mobil listrik terbesar di dunia dengan jaringan produksi dan teknologi baterai yang terus berkembang.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.