PADANG, SEMANGATNEWS.COM – Lima mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang bergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat (PM) meluncurkan program yang berguna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan jiwa wirausaha ibu-ibu Dasawisma PKK di Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Program yang dilaksanakan disebut Agribisnis Integratif Talas. Program ini terdiri dari subsistem agribisnis yang akan dilaksanakan sebagai upaya membangun pondasi wirausaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Mentawai. Yaitu dengan optimalisasi Talas sebagai komoditas pangan lokal.
Tim PKM yang di namai Mentaro ini diketuai oleh Amanda Elza Pratiwi (Biologi 2020) yang beranggotakan Rendi Prayoga (Geografi 2019), Alda Deria (Pendidikan Biologi 2020), Aufa Rafiqi (Biologi 2020), dan Muhammad Zikri (Biologi 2020), dengan dosen pendamping Siska Alicia Farma, S.Pd., M.Biomed., Dosen Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang (FMIPA UNP).
Program Agribsnis terbentuk karena salah satu anggota ( Rendi Prayoga). Rendi melihat potensi Talas sebagai sumber daya pangan yang sangat banyak tetapi belum dimanfaatkan oleh penduduk lokal Mentawai. Program tersebut berfokus pada optimalisasi talas untuk memperkuat jiwa wirausaha dan ketahanan pangan warga Mentawai yang terdiri dari tiga subsistem program, serta menyusun kurikulum program pembelajaran untuk memperluas penggerak Dasawisma PKK di wilayah lain dalam menerapkan program ini di wilayahnya masing-masing.
“Kami melihat keunikan wilayah Kepulauan Mentawai yang memiliki potensi Talas yang melimpah. Amat disayangkan belum dimanfaatkan sebagai produk olahan pangan untuk menunjang sumber pendapatan dalam masyarakat”, ujar Rendi.
Gette merupan penyebutan Talas olehh Masyarakat Mentawai. Terdapat dua jenis gette yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Mentawai. Jenis gette tersebut yaitu Palapa dan Sikopkop/Siroti. Warna Palapa lebih merah dan memiliki aroma lebih harum dari jenis gette yang lain serta ditanam di tanah kering. Sedangkan Sikopkop/Siroti ukuran umbinya besar dan lebih tumbuh subur di rawa-rawa maupun tanah kering.
