Perseteruan Menteri PUPR Basuki-Anies Berefek Tak Diundang ke Istana?
Semangatnews, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan batal diundang rapat penanganan banjir dengan Presiden Joko Widodo pada Jumat (3/1). Kabar itu diungakapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.
“Sebetulnya hari ini diundang presiden namun diganti intern,” kata Basuki usai rapat koordinasi di Kantor Kepresidenan, Jakarta.
Beberapa kepala daerah yang akan diundang itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim.
Basuki tidak menjelaskan alasan pembatalan rapat koordinasi tersebut. Namun dia memastikan dalam waktu dekat para kepala daerah tersebut akan diundang untuk mengikuti rapat koordinasi terkait kebencanaan.
“Tentu nanti akan ada,” kata Basuki.
Basuki menambahkan, antisipasi maupun penanganan bencana seperti banjir harus dikerjakan bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.
“Saya harus kolaborasi. Enggak bisa saya sendiri kerja, Pak Gubernur sendiri kerja. Engga akan bisa juga,” tandas mantan pejabat karir di Kementerian PUPR ini.
Basuki juga menegaskan, dirinya merasa tidak punya persoalan dengan Anies Baswedan. Soal pernyataannya itu hanya sebatas untuk merespons anggapan publik soal silang pendapat antara dirinya dengan Anies Baswedan ketika melakukan konferensi pers di Monumen Nasional (Monas), Kamis (2/1), terkait penyebab banjir Jakarta.
“Enggak ada (silang pendapat). Buat saya enggak ada (masalah). Saya kan melaksanakan master plan (normalisasi Ciliwung) ini. Enggak ada yang lain,” ucap Basuki usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan bencana terutama banjir Jabodetabek, di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (3/1).(jawapist/smngtnews)
