Pertahankan Potensi Budaya Lokal Hadapi Perubahan Zaman Era Milenial Perlu Disiasati SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang Melalui Proses Pembelajaran

oleh -
Kunjungan kepala dinas Pendidikan Adib Fikri ke SMKN 4 Padang yang di damping ketua Umum Alumni SSRI/SMSR/SMKN 4 Padang beberapa waktu lalu

SEMANGATNEWS.COM- Potensi budaya lokal, perubahan zaman era Milenial di tengah-tengah derasnya arus globalisasi, perlu menjadi acuan dan kerangka kurikulum kompetensi produktif untuk disiasati sekolah guna dikembangkan sebagai kekuatan sekaligus identitas sekolah.

Istilah potensi mengacu kepada persoalan yang kini masih ada atau setidak-tidaknya tetap eksis di tengah-tengah masyarakat. Lantas jika dihubungkan dengan kondisi realitas di lapangan, seperti apa dan bagaimana pula budaya lokal dilihat dari kontribusinya dalam dinamika dan perubahan zaman di era milenial yang mengglobal saat ini tanpa merusak bahkan menghilangkan nilai-nilai budaya.

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 1 Halaman 45 46 47 48, Subtema 2: Kegiatan Siang Hari, Pembelajaran 1

Saat ini banyak potensi budaya lokal menjadi menarik jika saja guru sebagai tenaga pendidik dan warga yang ada di sekolah yang cuma ada satu di Sumatera dan tiga di Indonesia itu mampu membaca tanda-tanda budaya lokal dan arus perubahan zaman di era milenial ini.

Hal itu disampaikan Kepala SMKN 4 (SSRI/SMSR) Padang, Taharuddin, S.Pd. MM didampingi Waka kurikulum Belira Verian, S.Pd dan salah seorang guru senior Jasrizal Rasyid, S.Pd, MM saat menjawab pertanyaan Semangatnews.com sekaitan materi kurikulum produktif sesuai muatan kurikulum nasional di ruang kerja kepala sekolah, Sabtu (27/02/21).

Baca Juga:  Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 5 Halaman 58 59 60 61 62, Subtema 2: Pentingnya Makanan Sehat bagi Tubuh, Pembelajaran 3
Kepala Sekolah SMKN 4 Padang rapat terbatas dengan guru-guru membahas potensi anak didik guna pengembangan budaya dan seni di Sumatera Barat

Menurut Taharuddin, istilah “budaya lokal”, sering diidentikan sebagai budaya asli pada suatu kelompok masyarakat yang menjadi ciri khas atau identitas budaya. Tapi manakala kita ingin mendefinisikan konsep budaya lokal, kita sering terjebak pada batas-batas fisik dan geografis sebagaimana menjadi perdebatan selama ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.