SEMANGATNEWS.COM – Tentu dalam melakukan pergantian logo untuk menciptakan sebuah brand, ada hal yang perlu dipertimbangkan. Baik dari segi visual maupun makna yang terkandung dalam logo tersebut.
Dengan maraknya kehadiran stasiun TV swasta di Indonesia pada tahun 1990-an, ada hal yang patut dicatat oleh TVRI sebagai pembelajaran pada saat itu.
Tak lama, hanya dalam kurun waktu yang tak lebih dari 20 tahun TVRI telah mengganti logo sebanyak 5 kali.
Hal itu tentu disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk maraknya persaingan industri televisi pada tahun 90-an.
Proses Perubahan Logo TVRI di Era Kompetisi
Melansir situs resmi TVRI, lbarat judul karya RA Kartini, industri pertelevisian Indonesia , bagai buku yang berjudul: “Habis Monopoli, Terbitlah Kompetisi”. Setelah usainya era monopoli penyiaran yang ditandai oleh pelonggaran izin penyelenggaraan penyiaran televisi swasta dari Departemen Penerangan. Di awal 1990-an secara bersamaan turut hadir stasiun televisi swasta.
Dalam suasana kompetisi, paling tidak ada hal yang patut dicatat sebagai bahan pembelajaran untuk TVRI.
Pertama, pada TVRI internal. Walau ada perubahan logo sebagai cermin tradisi mengubah diri, namun jika era kompetisi dibandingkan periode monopolistik, tidak ada bedanya. Selama era kompetisi sejak 1990, dalam waktu kurang dari dua dekade, logo TVRI mengubah lima kali.
Walau bentuk visual logo tetap sama, yaitu huruf TVRI pembentuk segi empat horisontal.
Sedikit pembeda pada nuansa pemakaian warna, dari arsir warna horizontal pada logo keempat dan kelima, yang kemudian berubah menjadi latar berwarna senada, putih pudar pada logo keenam.
Kemudian, kehadiran garis lengkung tiga warna pada logo kelima, menghilang pada logo berikutnya. Baru muncul lagi, walau hanya sebuah ‘cakar atau gancu’ pada logo TVRI yang digunakan hingga Maret 2019. Hari Jum’at 29 Maret 2019 menjadi saksi sejarah baru perubahan logo TVRI.
Logo memang harus diakui menjadi bagian yang paling banyak dibicarakan dalam proses rebranding LPP TVRI. LPP TVRI tidak lagi mengganti logo dengan pola sayembara atau dibuat internal secara interanal.
Secara umum hingga tahun 2001, pergantian logo TVRI dilakukan pada jatuhnya HUT TVRI itu sendiri.
Perubahan Logo TVRI
Berikut perubahan logo TVRI dari masa ke masa:
Logo TVRI Pertama:

Logo TVRI kedua:

Logo TVRI ketiga:

Logo TVRI keempat:

Logo TVRI kelima:

Logo TVRI keenam:

Logo TVRI ketujuh:

Logo TVRI kedelapan:

Makna Simbolik Perubahan Logo TVRI
Terhadap berbagai proses perubahan logo diatas, secara simbolik dapat dimaknai bahwa:
- Perubahan logo selama era kompetisi, mengesankan bahwa TVRI makin tak bernyali jika tidak dapat dikatakan hanya sekedar memoles wajah. Padahal, tuntutan untuk berkompetisi semakin ketat dalam merebut pangsa pasar, menjadi prasyaratnya. Di sini justru dituntut kreativitas, terobosan dan inovasi kemasan program yang prima!
- Perubahan logo di era kompetisi terjadi lima kali. Apabila dibanding era monopoli, hal ini menegaskan kesamaan kesamaan untuk kembali pada fungsi televisi sebagai media publik, yakni kotak segi empat.
- Kondisi dan tuntutan perubahan pun direspon secara tegas, walau dalam serba keterbatasan. Menjelang proses perubahan menuju Perseroan Terbatas. Pembubuhan warna merah dari huruf “V” (Kemenangan) pada logo ketujuh TVRI, walau dalam bahasa serba bukan soal sia-sia tanpa makna.
- Hal yang dominan dan masih tetap lekat, di bawah perubahan yang terjadi, adalah penampilan penggunaan warna. Biru seakan telah menjadi konvensi, sebagai warna budaya korporasi TVRI.
- Terakhir, dengan warna yang lebih “fresh” yang memberikan kesan lebih modern daripada logo sebelumnya. Perubahan logo dan makna di dalamnya diharapkan TVRI dapat diakui kembali baik nasional maupun internasional dan sebagai media yang menyatukan bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika. Hal tersebut juga telah diwujudkan dengan tersebarnya Staisun Penyiaran Daerah diseluruh Indonesia. Maka bersiaplah dengan kembalinya TVRI dengan makna yang baru juga akan memberikan semangat baru bagi TVRI serta juga dapat memberikan konten-konten positif yang lebih baik demi kemajuan dan persatuan bangsa. TVRI Media Pemersatu bangsa!
Karena sebuah brand memang bukan sakedar logo, brand itu juga soal corporate image yang akhirnya sampai budaya organisasi (corporate culture).
*
(SN)
sumber: tvri.go.id
