SEMANGATNEWS.COM – Banyak hal menarik saat menyaksikan aneka ragam karya seni rupa dan instalasi Jalur Rempah “Merawat Ingatan” Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Sumatera Barat yang berlangsung di Galeri Taman dan halaman Taman Budaya Sumatera Barat, sejak 1 sd 23 Oktober 2021.
Jika selama ini banyak perupa berkarya bersifat konvensional atau yang telah lazim dilakukan banyak perupa. Namun kini dalam perjalanan seni rupa kontemporer banyak bermunculan beragam kreativitas baru yang muncul disertai adanya inovasi yang kuat sebagai kebaruan karya.
Satu diantara banyak perupa itu adalah Yon Indra (51 th) salah seorang perupa yang telah lama malang melintang menggeluti dunia seni rupa persisnya sejak tahun 1987 silam saat masih menempuh pendidikan di SMSR Negeri Padang (1987-1991) hingga melanjutkan ke pendidikan tinggi seni ISI Yogyakarta jurusan seni lukis bahkan hingga kini.
Lelaki berpenampilan perlente kelahiran Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat, 8 Oktober 1971 itu, dalam lebih satu dekade terakhir dalam banyak kesempatan pameran selalu menampilkan karya-karya dengan mix media/multimedia memanfaatkan media utama akrilik kemudian mengeksplorasi beragam media lain sebagai peluang baru pada media seni rupa kekinian dengan khas karakteristiknya yang khas seperti ; bening, tembus pandang, kuat, lentur bahkan tahan lama dan tidak mudah pecah.
Sebagaimana yang ditampilkannya pada pameran “Jalur Rempah” melalui karyanya berjudul “The Circle of Absession/Lingkaran Obsesi”, Mix Media 160x160x8 cm, 2021. Karya ini bukan hanya tampil menarik, tetapi juga memiliki daya ganggu tinggi dan pukau serta menghipnotis mata pengunjung.
Menurut Yon Indra yang kini juga menjadi ketua komunitas “Tambo Arts Center” Sumatera Barat itu dalam kesempatan bincang-bincang dengan di ruang pameran beberapa hari lalu menyebutkan ; “keunggulan melakukan eksplotrasi media dan jika mampu memahami secara utuh mix media atau muti media dalam berkarya seni rupa merupakan sebuah peluang yang menarik apabila dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi salah satu medium alternatif seni rupa selain medium konvensional seperti kanvas, kertas, resin, dan kayu yang selama banyak di jumpai pada karya-karya seniman di tanah air.
Dijelaskan, penciptaan karya seni rupa pada hakikatnya tidak bisa dilepaskan dari medium. aliran dan pengerjaannya yang berbeda-beda sesuai gaya senimannya. Bermacam-macam medium pada seni rupa merupakan hasil eksplorasi dari jaman dahulu sebagai inovasi dan kreativitas dalam menciptakan sebuah karya seni.
Kini, “medium karya pada seni lukis sudah tidak lagi terkotakkan pada cat berbasis minyak ataupun air, tetapi dengan berbagai bahan serta elemen-elemen lainnya sesuai dengan ide dan konsep ciptaannya,” ujar Yon Indra menceritakan pengalamannya membuat karya dalam beberapa tahun terakhir dalam berbagai kesempatan pameran nasional.
Penciptaan seni rupa tidak bisa dilepaskan dari medium dengan pengerjaannya yang berbeda-beda sesuai gaya skill peformance senimannya. Bermacam-macam medium pada seni rupa yang merupakan hasil eksplorasi dari jaman dahulu sebagai inovasi dan kreativitas dalam menciptakan karya seni rupa.
Diakui, saat sekarang di era milenial banyak perupa mencoba beragam eksplorasi media yang disuguhkan melalui karya tak terkecuali pada seni instalasi yang terus berkembang sesuai eranya di tanah air.
Ia memberi contoh pada karyanya yang tampil pada pameran jalur rempah 2021 ini, adalah merupakan suatu seni rupa berbasis kreativitas yang pada hakikatnya merupakan bahasa seni sebagai metafor.
“Seni kurang mempunyai arti atau tidak hidup apabila tidak ada kebaruan yang senantiasa dilihat dan diamati publik. Secara visual akan menjadi kaku, beku, dan membosankan,” ujar Yon Indra yang pada karyanya tampil pada pameran ini banyak dimanfaatkan pengunjung untuk melihat, mengamati dan menghayati secara berulangkali sekaligus tempat pengunjung memanfaatkan momen pengunjung berfoto di samping karya tersebut. (mh).
