Pesta Sembilan Gol Lumat Kabupaten Solok, Futsal Payakumbuh Bidik Emas
Lima puluh Kota — Tampil spartan dan impresif, skuad futsal Kota Payakumbuh sukses melumat habis Kabupaten Solok pada partai semifinal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dengan skor sangat mencolok 9-1 di Gelanggang GOR Situjuah Limo Nagari, Lima Puluh Kota pada Sabtu (10/10/2026).
Gelanggang ini pun seolah menjadi panggung pembantaian sekaligus pembuktian dominasi mutlak Payakumbuh dalam menggenggam tiket final. Pada laga pamungkas, partai hidup mati dijadwalkan bakal sengit pada Senin (12/10/2026) pukul 14.30 WIB, Payakumbuh sudah ditunggu sang tetangga sekaligus tuan rumah, Kabupaten Limapuluh Kota. Sang rival melaju ke final usai menghempaskan perlawanan Kabupaten Padang Pariaman dengan skor meyakinkan 5-1.
Kemenangan raksasa di partai semifinal ini bukan sekadar buah dari keunggulan taktik semata. Lebih dari itu, laga krusial ini menjadi panggung unjuk gigi betapa dahsyatnya teror mental yang disajikan oleh ratusan suporter pelajar SMA se-Kota Payakumbuh yang sukses menghitamkan seluruh sudut tribune penonton.
Hadir dengan atribut serba hitam layaknya barisan ultras, ketukan drum dan genderang yang bertalu-talu tak sedetik pun berhenti mengguncang seantero arena. Gemuruh yel-yel bersahutan yang memekakkan telinga menciptakan atmosfer super angker bagi kubu lawan, sekaligus menjadi injeksi adrenalin yang membakar dada para punggawa Payakumbuh untuk terus tampil kesetanan.
Di atas lapangan keras, dominasi mutlak Payakumbuh sudah mencekik lawan sejak peluit kick-off ditiupkan. Skema transisi kilat dan tekanan tinggi yang diracik cerdik oleh pelatih kepala Novri Rangga Zaputra membuat barisan pertahanan Kabupaten Solok hancur lebur menahan gelombang gempuran yang datang silih berganti.
Serangan demi serangan dibangun dengan tingkat efektivitas dan akurasi penyelesaian akhir yang begitu mematikan. Skuad Payakumbuh mendikte ritme permainan tanpa memberikan ruang napas sedikit pun bagi lawan, hingga parade gol demi gol ditutup dengan kemenangan absolut 9-1.
Juru taktik futsal Payakumbuh, Novri Rangga Zaputra, menegaskan bahwa kemenangan telak ini adalah perpaduan sempurna antara kedisiplinan taktikal anak asuhnya dan energi magis yang disalurkan dari tribune penonton.
“Kemenangan ini bukan hanya hasil keringat pemain di lapangan, tetapi juga berkat tuah doa dan dukungan luar biasa dari suporter pelajar kita. Energi ketukan drum mereka menjalar hingga ke urat nadi pemain. Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Payakumbuh,” ungkap Novri dengan napas kelegaan usai peluit panjang berbunyi.
Kini, euforia kemenangan harus segera diredam. Ujian sesungguhnya telah menanti di depan mata berupa duel hidup-mati sarat gengsi bertajuk Derby Situjuah melawan Kabupaten Limapuluh Kota.
Pertemuan dua raksasa futsal Luak Limopuluah ini dipastikan bakal menyajikan tensi pertandingan yang mendidih. Keduanya sama-sama menggenggam rekor tak terkalahkan sejak fase penyisihan, dan kini bersiap bertarung habis-habisan demi mempertaruhkan marwah serta supremasi tertinggi daerah di podium juara.
Menyambut laga final yang super krusial tersebut, jajaran Pemerintah Kota bersama KONI Payakumbuh membunyikan alarm panggilan kepada seluruh masyarakat untuk kembali turun gunung, memadati tribune, dan melipatgandakan dukungan maksimal.
Hanya tersisa satu langkah terakhir menuju tangga keabadian juara. Gemuruh genderang para suporter Payakumbuh kini dinanti untuk kembali memecah keheningan GOR, mengawal napas perjuangan skuad Kota Randang demi mengalungkan kepingan emas Porprov XVI Sumatera Barat. (Jn)

