Pesulap Merah Buka Suara, Isu Pesugihan Gunung Kawi yang Seret Sarwendah Makin Panas

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Nama Sarwendah kembali menjadi sorotan publik usai terseret dalam isu pesugihan Gunung Kawi yang viral di media sosial. Polemik itu bermula setelah sebuah video wawancara Pesulap Merah dengan seorang kuncen Gunung Kawi ramai diperbincangkan publik.

Dalam video tersebut, sang kuncen menyebut beberapa nama figur publik yang disebut pernah datang ke kawasan Gunung Kawi, termasuk Sarwendah. Pernyataan itu kemudian memicu berbagai spekulasi liar di media sosial hingga menyeret nama mantan istri Ruben Onsu tersebut.

Menanggapi kehebohan itu, Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah akhirnya memberikan klarifikasi. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan kedatangan Sarwendah ke lokasi tersebut dan menduga kunjungan itu hanya berkaitan dengan aktivitas syuting.

Marcel mengatakan publik kemungkinan salah memahami konteks kedatangan Sarwendah di Gunung Kawi. Ia menilai ada kemungkinan adegan syuting atau konten hiburan justru dianggap sebagai ritual mistis oleh sebagian masyarakat.

Pesulap Merah juga menegaskan dirinya hanya melakukan wawancara dengan narasumber di lokasi dan tidak memiliki kapasitas untuk membenarkan seluruh pernyataan sang kuncen. Ia mengaku datang ke Gunung Kawi hanya untuk belajar budaya dan melakukan penelusuran konten.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Sarwendah langsung memberikan bantahan keras terkait isu pesugihan tersebut. Mereka menyebut tudingan yang beredar merupakan fitnah dan tidak memiliki dasar yang jelas.

Pihak pengacara menjelaskan Sarwendah memang pernah datang ke Gunung Kawi beberapa tahun lalu. Namun kunjungan tersebut disebut murni untuk keperluan syuting podcast bertema horor bersama tim produksi dan bukan untuk ritual tertentu.

Situasi semakin memanas setelah kuasa hukum Sarwendah mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan framing negatif. Mereka kini mempelajari berbagai video dan unggahan viral yang dinilai merugikan nama baik kliennya.

Marcel sendiri mengaku tidak keberatan jika ada pihak yang ingin melakukan klarifikasi langsung kepadanya. Ia menegaskan dirinya bersikap netral dan tidak memihak kepada siapa pun dalam polemik tersebut.

Pengamat media sosial menilai viralnya isu ini memperlihatkan cepatnya opini publik terbentuk di era digital. Potongan video singkat dan narasi mistis dinilai mudah memancing spekulasi besar tanpa verifikasi yang jelas.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah yang akan diambil pihak Sarwendah ke depan. Di tengah derasnya perbincangan di media sosial, kasus ini kembali menunjukkan bagaimana isu sensitif yang melibatkan figur publik dapat berkembang luas hanya dalam hitungan jam.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.