PIMDA PPI Jawa Barat Gugat dan Akan Lawan  Ide Prabowo Soal Impor Sapi Perah 

by -

PIMDA PPI Jawa Barat Gugat dan Akan Lawan  Ide Prabowo Soal Impor Sapi Perah

SEMANGATNEWS.COM- Ide Prabowo- Gibran akan impor Sapi Perah jika terpilih jadi Presiden dan Wakil pada Pilpres 2024 ini mendapat perlawanan dari Ketua Pimpinan Daerah Perhimpunan Pergerakan Indonesia- PPI Wilayah Jawa Barat.

Ketua AHMAD BAEHAQI AL ABRORI yang dikonfirmasi media Semangatnews.com tadi malam 5/1.24,  membenarkan  akan menggugat dan melawan ide pasangan Capres 02,Prabowo -Gibran terkait import 1,5 juta sapi perah yang diucapkan oleh Menhan RI yg juga Calon Presiden RI dari partai Gerindra, Prabowo Subianto di Jakarta kemarin.

Dalam Diskusi dgn Persatuan Wartawan Indonesia kemarin siang, Prabowo Subianto menyatakan, terkait program unggulan pasangan 02,agar program bagi-bagi susu untuk seluruh anak Indonesia bisa dilaksanakan dlm waktu cepat dan bisa disalurkan segera ke seluruh anak-anak Indonesia jika jadi Presiden, pihaknya akan segera mengimport sapi perah dari India sebanyak 1,5 juta ekor.

Ahmad Baehaqi, Kapimda PPI Jawa Barat yg juga peternak dan penggiat Koperasi Susu di daerah Lembang, Bandung Jawa Barat ini mengutuk keras ide dan rencana kebijakan Prabowo jika terpilih jadi Presiden RI tahun ini.

Ahmad Baehaqi menilai rencana kebijakan itu menunjukkan tidak ada analisa yg jelas dari Prabowo terhadap persoalan susu dan tata niaganya serta tidak sesuai dgn komitmen yg selama ini ditunjukkan oleh Prabowo untuk mendukung kepentingan rakyat Indonesia khususnya peternak lokal .

Ahmad Baehaqi menunjukkan bukti,wacana dan ide Prabowo impor 1,5 juta sebagai rencana tidak jelas dan menggunakan analisa ngawur,dgn menunjukkan bukti bahwa Kementerian Pertanian blm mencabut tentang larangan membeli daging sapi dari India dan Brazil sampai sekarang. Alasan dari pelarangan itu adalah masih adanya wabah penyakit mulut dan kuku di sana, meski memang Indonesia sempat membeli daging kerbau dlm jumlah terbatas, tapi karena saat itu ada sikon yg mendesak.

Ahmad Baehaqi yg juga penggiat ternak ini menegaskan secara kualitas bibit,sapi perah India dan Brazil jauh lebih rendah kualitasnya dibanding kualitas sapi perah yang ada di indonesia, jika Capres 02,Prabowo Subianto memaksakan jutaan impor sapi perah dari India,Baehaqi menyatakan peternakan kita akan mundur beberapa dekade dan bisa mengalami kehancuran.

Ahmad Baehaqi yg juga Ketua Pimda PPI Jawa Barat dimana Ketua Presidium Pusat PPI adalah Anas Urbaningrum ini,menilai, wacana import bibit sapi perah ini juga tdk jelas menggunakan lembaga dan simpul produksi apa yang akan menangani sapi hasil import ini. “Apa akan ditangani food estate, atau mendorong bumn pangan, atau ips, atau koperasi?”,tanya Ahmad Baehaqi.

Ahmad Baehaqi meminta daripada sibuk membuat wacana import sapi dari luar apalagi dari negara bermasalah seperti India mending Capres 02,Prabowo lakukan beberapa hal ini kalo tetap mau lakukan program bagi-bagi  susu gratis…yaitu;
1.Gerakkan pemerintah bersama koperasi untk mengadakan proses pembesaran bibit yang pedetnya dihasilkan dari peternak rakyat. Selain pertimbangan kesehatan hewan juga agar devisa negara bisa dihemat

2. Adakan pembatasan import susu skim oleh industri pengolah susu atau IPS. data di Jatim, Peternak ambyar karena banyak susu peternak tidak diserap IPS

3. Pembagian susu libatkan industri susu yg dibangun koperasi, agar lembaga koperasi tumbuh sampai final produk. Bentuk komitmen hilirisasi pangan berbasis koperasi,apalagi kabarnya Prabowo adalah Ketua Dewan Pembina Dekopin,yg seharusnya memberdayakan koperasi khususnya koperasi peternak susu,bukan membunuhnya.

Jangan sampai ide dan gagasan menambah populasi sapi hanya menguntungkan importir atau malah para pemburu rente sesaat yg juga ikut menyuburkan praktik korupsi lagi.

Atau malah berantakan dan akhirnya pembagian susu diserahkan lagi ke Industri pengolahan susu atau IPS lagi. Sedangkan rakyat khususnya jutaan peternak gigit jari atas program yg sudah terlanjur dibiayai negara puluhan atau sampai ratusan triliun.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.