Jakarta, Semangatnews.com – Sebuah pohon besar tumbang di kawasan Dharmawangsa, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis sore, menimpakan beberapa kendaraan dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ketika hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut, sehingga pohon yang akarnya tercabut langsung roboh dan menimpa mobil yang tengah diparkir di pinggir jalan.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta (BPBD DKI) menyampaikan bahwa korban telah dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setelah tertimpa bagian pohon yang besar. Beberapa kendaraan lain juga mengalami kerusakan berat akibat tumbangnya batang dan ranting besar.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan meminta agar pemeliharaan pohon di seluruh kawasan kota dilakukan lebih intensif di tengah perubahan cuaca ekstrem yang makin sering.
Menurut Pramono, cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi serta angin kencang menjadi faktor utama tumbangnya pohon besar tersebut. Ia menambahkan bahwa akar pohon sampai tercabut dari tanah, menunjukkan betapa parahnya kondisi tumbangnya.
BPBD DKI menyampaikan bahwa hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 5.722 pohon telah diperiksa kondisinya dan 62.161 pohon telah dipangkas sebagai upaya pencegahan pohon tumbang di wilayah Jakarta. Meski demikian, kejadian seperti di Dharmawangsa membuktikan bahwa risiko tetap ada.
Warga sekitar yang menjadi saksi mata menyebutkan bahwa sebelum tumbang pohon, terdengar suara gemuruh disusul angin yang menyeret debu dan ranting. “Tiba-tiba pohon besar ini roboh, kami hanya sempat terkejut dan langsung lari,” ujar salah seorang warga.
Kawasan Dharmawangsa sendiri merupakan kawasan padat dengan pepohonan besar di tepi jalan dan trotoar, sehingga potensi kerentanan terhadap tumbangnya pohon saat hujan deras dan angin kencang cukup tinggi. Kejadian ini kemudian memantik diskusi publik tentang pengelolaan pohon kota di Jakarta.
Pihak Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta menyampaikan bahwa mereka akan meninjau kembali daftar pohon-pohon besar di ruas jalan utama dan melakukan tindakan pengamanan seperti pemasangan penyangga atau pangkasan untuk pohon yang dinilai rawan tumbang.
Korban yang meninggal telah dipindahkan ke instansi terkait untuk proses selanjutnya. Sementara itu, masyarakat di kawasan tersebut diimbau untuk waspada dan menunda aktivitas di luar ruangan saat hujan deras disertai angin kencang hingga kondisi kembali pulih.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa aspek pemeliharaan pohon kota, kesiapan menghadapi cuaca ekstrem, dan keselamatan warga harus menjadi prioritas agar tragedi serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.(*)
