Jakarta, Semangatnews.com – Dalam agenda KTT G20 di Johannesburg, Angola dan Ethiopia menyampaikan keinginan kuat untuk memperluas kerja sama pertanian dengan Indonesia. Keterbukaan ini membuka peluang penting bagi Indonesia untuk memperdalam hubungan ekonomi dan diplomatik dengan negara-negara Afrika tersebut.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa usulan kerja sama tersebut ditindaklanjuti dengan rencana kunjungan resmi pemimpin Angola dan Ethiopia ke Indonesia tahun 2026.
Kunjungan ini direncanakan sebagai momen strategis untuk merumuskan langkah konkret di sektor agrikultur dan investasi yang bisa saling menguntungkan.
Menurut Airlangga, keberadaan investor Indonesia di Ethiopia saat ini sudah ada, tetapi masih terbatas pada beberapa segmen. Untuk itu, kerja sama pertanian diharapkan bisa memperkuat kontribusi di sektor agrikultur yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi.
Ethiopia disebut sangat butuh produk pertanian Indonesia, terutama komoditas seperti kelapa sawit dan turunannya, yang bisa diintegrasikan dalam rantai pasok mereka secara lebih besar.
Sementara itu, Angola juga menggarap sektor agribisnis sebagai bagian dari diversifikasi ekonominya. Nilai kerjasama ini tak hanya diukur dari perdagangan, tetapi juga pengembangan kapasitas pertanian melalui riset dan pertukaran teknologi.
Diplomasi ekonomi antara Indonesia dan Angola telah berlangsung lama. Pertanian menjadi salah satu prioritas kerja sama yang baru digarap dengan lebih serius.
Kerja sama ini dipandang sebagai peluang strategis oleh Indonesia. Dalam rencana jangka panjang, kolaborasi pertanian dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra ekonomi di Afrika, sekaligus memperbesar peran Indonesia dalam arsitektur kemitraan Selatan‑Selatan.
Menko Airlangga menegaskan bahwa pertemuan bilateral ini bukan sekadar simbol, tetapi momentum untuk merumuskan roadmap kerjasama. Kementerian terkait sudah diarahkan untuk menyusun tim teknis yang akan menyiapkan detail kerja sama.
Tak sekadar perdagangan komoditas, diskusi awal sudah mencakup aspek pembangunan kapasitas. Indonesia ingin membantu Angola dan Ethiopia mengembangkan sektor agrikultur mereka melalui transfer pengetahuan, pelatihan, dan riset bersama.
Jika rencana ini terwujud, kolaborasi pertanian RI dengan Angola dan Ethiopia bisa menjadi jembatan baru dalam peta diplomasi ekonomi global – sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di kancah agrikultur internasional.(*)
