Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan langkah strategis dalam hubungan bilateral Indonesia–Australia berupa perluasan pengakuan sertifikasi profesi untuk tenaga profesional asal Indonesia. Usulan ini disampaikan ketika Prabowo menerima kunjungan kerja Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperdalam kerja sama kedua negara.
Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan siap berkontribusi secara produktif di kancah internasional, termasuk di Australia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menginginkan adanya perluasan Mutual Recognition Agreements (MRA) atau perjanjian saling mengakui sertifikasi profesi antara kedua negara agar profesional RI dapat bekerja secara legal dan lebih luas di Australia.
Gagasan tersebut muncul dalam konteks dialog yang lebih luas antara kedua pemimpin, yang tidak hanya membahas isu ketenagakerjaan tetapi juga pendidikan dan pelatihan. Prabowo menjelaskan bahwa kerja sama pendidikan menjadi bagian penting dari hubungan Indonesia dan Australia, terutama dalam peningkatan kapasitas para guru dan tenaga pendidik.
Prabowo juga mengundang Australia untuk berperan dalam penguatan sistem pendidikan Indonesia melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para pengajar yang akan ditempatkan di universitas dan sekolah baru yang sedang dibangun di berbagai wilayah. Usulan ini menunjukkan bahwa kerja sama kedua negara mencakup upaya pengembangan sumber daya manusia secara komprehensif.
Kunjungan PM Albanese ke Jakarta menjadi momen penting untuk menegaskan hubungan bilateral yang terus berkembang. Albanese mendapat sambutan hangat dan kembali menegaskan pentingnya Indonesia sebagai mitra strategis Australia di kawasan Asia Tenggara dan Indo‑Pasifik.
Selain fokus pada perluasan pengakuan sertifikasi profesi, pertemuan bilateral tersebut juga mencakup diskusi tentang penguatan investasi, kerja sama sektor ekonomi, dan dukungan program beasiswa serta pertukaran pelajar. Komitmen kedua negara dalam pendidikan dan tenaga kerja menunjukkan adanya arah positif dalam mempererat hubungan kerja sama.
Usulan perluasan MRA menjadi salah satu poin menarik karena membuka peluang bagi tenaga profesional Indonesia seperti insinyur, tenaga kesehatan, teknologi informasi, dan lainnya untuk berkiprah di pasar kerja Australia tanpa hambatan administratif yang selama ini sering membatasi mobilitas profesional.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Australia melalui program Australia Awards Garuda Scholarship, yang dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program beasiswa ini memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi dan pengalaman internasional.
Di samping isu tenaga kerja dan pendidikan, kedua pemimpin juga membahas tantangan bersama yang dihadapi kawasan, termasuk dalam bidang keamanan, ekonomi, dan stabilitas regional. Pertemuan tersebut memperlihatkan komitmen kedua negara untuk terus memperluas kerja sama di berbagai bidang.
Respons atas usulan Prabowo cukup positif dari kalangan pemerhati kerja sama internasional, yang melihat inisiatif ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan mobilitas profesional dan memperkuat hubungan ekonomi bilateral. Kebijakan semacam ini dinilai dapat menciptakan jembatan kompetensi antara Indonesia dan negara mitra seperti Australia.
Namun tantangan tetap ada dalam implementasi perluasan MRA, karena setiap negara memiliki standar dan regulasi profesi yang berbeda. Oleh karena itu, perlunya pembicaraan teknis lebih lanjut antara otoritas terkait kedua negara untuk menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Dengan inisiatif ini, Indonesia berharap bisa memperluas kesempatan profesionalnya untuk berkontribusi secara global, sambil memperkuat kapasitas domestik melalui kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Ekspektasi lainnya adalah terciptanya alur kerja yang lebih mulus sehingga sumber daya manusia Indonesia bisa lebih diperhitungkan di pasar kerja internasional seperti Australia.
Langkah Prabowo mengusulkan perluasan pengakuan sertifikasi profesi kepada PM Albanese dianggap sebagai salah satu lompatan penting dalam diplomasi ekonomi dan ketenagakerjaan luar negeri Indonesia, serta bagian dari strategi pemerintah memperluas peluang kerja dan pendidikan lintas negara.(*)
