Jakarta, Semangatnews.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian khusus kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, atas dedikasi dan upayanya dalam merampungkan perundingan IEU-CEPA (Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement). Menurut Prabowo, kerja keras Airlangga telah menjadi motor penting dalam mewujudkan hubungan dagang yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa.
Dalam pertemuan terbatas di Kementerian Koordinator Perekonomian, Prabowo menyebut bahwa Airlangga bekerja “dengan sangat keras” — dari negosiasi bilateral hingga lobi strategis di lingkup internasional. Semua langkah dianggapnya berkontribusi terhadap peluang ekspor Indonesia ke pasar Eropa yang lebih luas.
Presiden mengatakan bahwa kehadiran perjanjian ekonomi semacam IEU-CEPA membuka peluang bagi produk dalam negeri untuk tembus pasar Eropa dengan tarif preferensial. Namun, ia menegaskan bahwa kesuksesan perjanjian itu sangat tergantung pada kesiapan industri domestik dan penguatan struktur produksi dalam negeri.
Menurut Prabowo, kementerian dan instansi terkait harus segera merespon peluang tersebut dengan mempersiapkan rantai pasokan, kualitas produk, dan regulasi agar tidak ada kesenjangan antara target ekspor dengan kapasitas riil. Ia meminta agar keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) turut diperkuat.
Lebih jauh, Prabowo menyebut bahwa sinergi antar kementerian menjadi kunci agar IEU-CEPA bukan sekadar perjanjian di atas kertas. Bila kementerian perdagangan, industri, pertanian, dan perikanan bisa bersinergi, maka efek positif perjanjian itu bisa dirasakan hingga ke level petani, nelayan, dan pengusaha mikro.
Ia turut menyampaikan bahwa langkah negosiasi dengan Uni Eropa tidak ringan: banyak isu teknis, standar mutu, regulasi impor, dan perlindungan sektor strategis yang harus dibahas. Airlangga, menurut Prabowo, berhasil menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan keterbukaan pasar.
Dalam diskusi yang turut dihadiri pejabat kementerian perekonomian dan perdagangan, Prabowo menyindir bahwa keamanan regulasi domestik harus diperkuat agar tidak ada kerentanan impor yang merugikan industri lokal. Pemerintah harus menjaga agar industri lokal siap menghadapi persaingan global.
Tak hanya soal perjanjian dagang, Prabowo menyebut bahwa kerja keras Airlangga juga terlihat dalam merumuskan sejumlah kebijakan domestik yang mendukung investasi dan peningkatan nilai tambah ekspor. Langkah-langkah seperti penyederhanaan regulasi dan insentif fiskal disebut telah diperkuat.
Presiden menambahkan bahwa pengawasan dan evaluasi pelaksanaan IEU-CEPA harus berjalan ketat. Apabila ada sektor yang terancam disebabkan peningkatan importasi, harus ada mitigasi cepat agar efek negatif tidak meluas.
Sejumlah pakar menyambut positif pujian Presiden, namun mengingat bahwa tantangan terbesar adalah implementasi di lapangan—mulai dari standar mutu eksportir hingga kesiapan logistik. Sinergi regulasi antar lembaga pemerintah, kesiapan industri, dan pemahaman korporasi kecil menjadi ujian riil dari perjanjian ini.
Di akhir sambutannya, Prabowo menyampaikan dukungan penuh kepada Airlangga agar terus bekerja keras hingga IEU-CEPA benar-benar efektif dan berdampak. Ia berharap bahwa perjanjian ini dapat menjadi salah satu tonggak strategis dalam memacu ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional.(*)
