Praktisi Juga Butuh Teori

oleh -

Oleh : Arianto, S.Sos, Mahasiswa Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

SEMANGATNEWS.COM – Tak sedikit suara yang mengatakan kebutuhan teori sangat penting bagi seorang praktisi. Teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang didefinisikan sebagai “menentukan” bagaimana, mengapa variabel-variabel, dan pernyataan-pernyataan yang saling berhubungan (Labovitz dan Hagedorn). Oleh sebab itu, seorang praktisi tidak bisa mengandalkan ilmu dari pengalaman yang didapatkan saat berinteraksi oleh makhluk sosial, dan minimnya teori membuat para praktisi kewalahan dalam melakukan kegiatan.

Baca Juga:  Hubungan Media Massa dengan Pemerintah

Sempitnya pengetahuan tentang teori dalam diri seorang praktisi membuat tidak efisiensi dalam melakukan pekerjaannya sendiri. Karena saat berinteraksi dengan manusia lain, banyak pengetahuan yang harus dikuasai oleh seorang praktisi. Seorang praktisi harus memahami teori jika menginginkan pekerjaannya berjalan dengan efisien.

Pengalaman dan pengetahuan yang tinggi akan membuat berjalan komunikasi yang efektif. Sehingga dapat dikatakan dengan pengetahuan yang tinggi tentang teori-teori akan menyempurnakan pendekatan dengan narasumber di lapangan.

Baca Juga:  Wagub Audy Sampaikan Nota Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi terkait RAPBD 2022

Pendekatan yang dilakukan oleh seorang praktisi dalam berinteraksi antara sesama makhluk ciptaan-Nya adalah dengan komunikasi. Sebab, komunikasi merupakan salah satu dari kegiatan manusia sehari-hari yang berhubungan dengan semua kehidupan kemanusiaan. Dengan berkembangnya sebuah pemahaman mengenai keragaman teori komunikasi, akan memudahkan membuat perbedaan dalam interpretasi mengenai komunikasi, dan bisa mendapatkan alat bantu untuk meningkatkan komunikasi, dan bisa memahami ilmu komunikasi lebih baik.

No More Posts Available.

No more pages to load.