Program IMM Berikan Data Informasi Pemberitaan Media Sebagai Alat Referensi Tingkatkan Kinerja Kehumasan Daerah
Semangatnews, Bandung – Kemitraan dalam penataan pengelolaan informasi daerah perlu dikembangkan dengan memanfaatkan alat survei aplikasi terukur dan profesional yang mampu melakukan memonitoring pemberitaan media baik oline, cetak dan elektronik, sebagai referensi pemerintah daerah merespon serta mengambil kebijakan pembangunan daerah. Kerjasama dengan Indonesia Indikator melalui program Inteligent Manajemen Media (IMM) merupakan salah upaya menghimpun data informasi melihat potensi, peluang dalam strategi kegiatan kehumasan daerah.
Hal ini disampaikan Kabag Analisa Kebijakan dan Media Biro Humas Setdaprov Sumbar, Zardi Syahrir, SH.MM dalam rapat teknis pembahasan kebutuhan data informasi mendorong kemajuan pembangunan Sumatera Barat, bersama Analisis Senior dan pengelolaan manajemen Indonesia Indikator Dipatiukur Bandung, Kamis (12/3/2020).

Zardi Syahrir lebih jauh katakan, sesuai dengan arahan lisan Gubernur Sumatera Barat dalam Rapat Khusus dengan kepala OPD dilingkungan pemprov Sumbar, agar OPD memberikan informasi keberhasilan dan kegiatan pembangunan daerah dimasing-masing sektor pembangunan guna menumbuhkan partisipasi masyarakat dan kepercayaan publik.
“Sesuai ketentuan UU No.23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, Gubernur Sumbar sebutkan ada kewajiban pemerintah daerah memenuhi hak publik untuk mengetahui informasi pembangunan daerah. OPD diharapkan aktif memberikan informasi keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan kepada media yang disinergikan dengan peran dan fungsi Biro Humas dalam penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia juga sampaikan ketentuan pergub Sumbar no 30 tahun 2018 tentang kreteria kerjasama pemprov Sumbar dengan media, mampu mendorong tumbuhnya media berkualitas dan kompeten di Sumatera Barat sesuai aturan yang berlaku dengan Dewan Pers.
“Saat ini kita patut bersyukur perkembangan tumbuhnya media khususnya media online cukup pesat, ada lebih dari 150 media online di Sumbar, namun yang telah terverifikasi dewan pers baru 29 media online. Adanya pergub Sumbar ini mendorong media yang ada di Sumbar memiliki standar umum yang kompeten yang mampu bersaing dengan media lainnya baik secara nasional maupun regional,” ungkapnya.

Analisis senior Indonesia Indikator Taufik Hidayat menyampaikan, ada banyak referensi data yang dilahirkan program IMM yang saat ini dimanfaatkan pemerintahan daerah di Indonesia.
“Kami memulai program IMM sejak tahun 2014 dan saat ini telah dipakai oleh berbagai lembaga kementerian, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia. Sumatera Barat merupakan salah daerah memberikan masukan dalam pengembangan program IMM ini dalam banyak hal untuk kemajuan pembangunan daerah secara nasional. Gambaran pembahasan hari ini memberikan gagasan baru dan dinamika baru pengembangan potensi daerah dalam pengelolaan informasi pemberitaan yang berguna bagi kemajuan daerah,” ungkapnya.
Taufik juga menambahkan, pengelolaan data survei media akan terus kami kembangkan bagaimana semua ini mampu memberikan dukungan dalam pengelolaan informasi kemajuan pemerintah daerah.
“Alat dan robot aplikasi kami akan mamberikan data yang diperlukan dalam isu pemberitaan yang berguna bagi pemerintah daerah dan kebutuhan pimpinan dalam mengambil langkah kebijakan untuk proses percepatan pembangunan daerah,” pungkasnya.(Hms-Sumbar)
