Puluhan Guru SD Ulak Karang Padang, Mengikuti PPM Menggambar Teknik Cat Air

oleh -

Puluhan Guru SD Ulak Karang Padang, Mengikuti PPM Menggambar Teknik Cat Air

Semangatnews, Padang – Dua puluh delapan orang guru “Seni Budaya” dari SD (Sekolah Dasar) Negeri 01, 02, 07 dan 08 Ulak Karang Selatan, Kota Padang, melaksanakan kegiatan Peningkatan Penguasaan Materi (PPM) Menggambar dengan Teknik-teknik Cat Air.

Kegiatan ini dilakukan untuk kedua kalinya dalam beberapa tahun terakhir bagi guru-guru SD kota Padang bekerja sama dengan Dirjen Dikti Kemdikbud RI melalui jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, UNP Padang, sejak jumat 2 s.d 3 Agustus 2019 ini di SD 01, Ulak Karang, Padang.

Kepala SD Negeri 01, Ulak Karang, Padang, Syaiful, S.Pd mewakili tiga Kepala SD Negeri 02, 07 dan 08 yang guru-gurunya ikut serta dalam kegiatan itu, menyebutkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan penguasaan materi menggambar dengan teknik cat air berkerja sama dengan Dirjen Dikti Kemdikbud RI melalui jurusan seni rupa, FBS, UNP Padang.

Menurut Syaiful, kompetensi Seni Budaya di Sekolah Dasar pada dasarnya diberikan sejak kelas I hingga kelas VI dimana guru-guru senantiasa diberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan yang senantiasa cendrung berubah disebabkan adanya perubahan kurikulum sejak kurikulum 1975, 2004, 2006 dan 2013 dimana materi kelas I, II dan III lama pelajaran 4 jam/minggu. Untuk kelas IV, V dan VI masing-masing 5 jam minggu.

Dari ruang waktu yang ada sesuai isi kurikulum, akan lebih baik dan sempurna jika guru-guru tersebut diberikan penyegaran serta sentuhan estetika terhadap peningkatan penguasaan materi menggambar dengan teknik cat air untuk kemudian dikembangkan dan ditransper kepada siswa agar pelajaran seni budaya salah satunya seni rupa dapat dengan sempurna diterima siswa melalui aspek kognitif, afektif, psikomotorik tanpa mengenyampingkan semangat bermain melalui menggambar dengan muatan lokalnya, ujar Syaiful lagi.

Koordinator kegiatan “Peningkatan Penguasaan Materi Menggambar dengan Teknik-teknik Cat Air” yang juga dosen seni rupa, FBS, UNP Padang, Drs. Eswendi, HS, M. Pd, menyebutkan, saat ini banyak guru-guru kelas maupun guru bidang studi salah satunya seni budaya di sekolah tidak percaya diri dengan apa yang dimilikinya selama ini untuk kemudian ditransfer kepada anak didik.

Melalui kegiatan ini guru-guru selain dilatih pengetahuan maupun keterampilannya melalui menggambar, juga diharapkan senantiasa melakukan berbagai eksplorasi kepada peserta didik melalui latihan di sela-sela mengajar yang didukung dengan banyak membaca perkembangan dunia seni rupa. Yang harus dibedakan anak usia SD sejak kelas I, II dan III, harus lebih menonjolkan semangat bermain melalui menggambar. Sementara kelas IV, V dan VI, selain masih berorientasi dengan semangat bermain.

Ketua Pelaksana PPM Menggambar dengan Teknik-teknik Cat Air, Yasrul Sami Batubara, M.Sn didampingi anggota Nesya Fitriyona, M.Sn keduanya dosen seni rupa FBS, UNP menyebutkan dari ke empat SD, yakni SD Negeri 01, 02, 07 dan 08 semuanya berada di Ulak Karang, Padang yang mengikutsertakan 28 guru kelas terlihat hasil yang dikerjakan selama 2 hari penuh diikuti guru-guru dengan serius dengan hasil cukup menggemberikan untuk kemudian dikembangkan di dalam kelas. Selama 2 hari latihan menggambar dengan teknik cat air diatas kertas A3 mengambil obyek model gambar seperti pemandangan alam, flora, fauna serta alam sekitar.

Pelajaran Seni Budaya Sebaiknya diberikan Guru Bidang Studi
Sementara Pendidik, pengamat dan kurator seni rupa, Muharyadi yang menghadiri kegiatan penutupan Peningkatan Penguasaan Materi Menggambar dengan Teknik-teknik cat air bagi empat SD Ulak Karang tersebut ketika diminta tanggapannya, menyebutkan, untuk mendalami pendidikan seni budaya di Sekolah Dasar secara sungguh-sungguh diantaranya seni rupa, maka sudah saatnya pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten, menyediakan guru-guru bidang studi khusus Seni Budaya, sama seperti guru Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan yang ditangani langsung guru bidang studi.

Kasihan guru-guru kelas mengajarkan banyak mata pelajaran dengan multi kompetensi seperti ; Pendidikan Agama, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA dan IPS masih diberikan beban mengajar seni budaya. Hasil yang diharapkan tentu tidak bisa maksimal jika semua mata pelajaran diberikan oleh satu orang guru, ujar Muharyadi tersenyum.
Jika mata pelajaran Seni Budaya diberikan khusus oleh guru bidang studi seni budaya sesuai keahliannya, maka hasil yang diperoleh siswa jauh lebih baik bahkan sempurna, karena mata pelajaran ini selain bersentuhan dengan aspek kognitif, afektif, psikomotorik juga memuat masalah nilai-nilai dalam seni dan budaya sebagai bagian dari kebudayaan yang ada.

Solusi merekrut guru bidang studi dengan kompetensi khusus seni budaya merupakan jalan terbaik agar siswa Sekolah Dasar sebagai embrio cikal bakal tumbuh dan berkembangnya seni budaya umum dan seni rupa khususnya mampu berkembang dinamis di dunianya, ujar Muharyadi mengakhiri. (FR)