Jakarta, Semangatnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah hingga mendekati level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat tidak masuk akal. Ia menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya masih tergolong baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya setelah rupiah sempat menyentuh level Rp17.789 per dolar AS dalam perdagangan pasar keuangan. Angka itu menjadi salah satu posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah.
Menurut Purbaya, pelemahan mata uang biasanya terjadi ketika kondisi ekonomi suatu negara mengalami gangguan serius. Namun dalam situasi Indonesia saat ini, ia melihat indikator ekonomi nasional justru masih cukup stabil dan positif.
Ia mencontohkan inflasi yang masih terkendali, pertumbuhan ekonomi yang tetap berjalan, serta kondisi fiskal yang dinilai relatif aman. Karena itu, Purbaya menilai tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipicu sentimen pasar global.
Purbaya juga menegaskan minat investor asing terhadap pasar obligasi Indonesia masih cukup tinggi. Hal itu terlihat dari imbal hasil atau yield obligasi pemerintah yang dinilai tetap terkendali meski rupiah mengalami tekanan.
Pemerintah disebut telah melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas keuangan nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui skema dana stabilitas obligasi yang dikucurkan secara bertahap.
Di sisi lain, pelemahan rupiah juga dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik Timur Tengah hingga penguatan dolar AS. Kondisi itu membuat banyak investor cenderung memindahkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Sejumlah ekonom menilai pasar juga masih bersikap wait and see terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia ke depan. Faktor sentimen global dan aliran modal asing disebut sangat memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, pemerintah memastikan pelemahan rupiah belum sampai mengganggu stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Purbaya optimistis kondisi tersebut masih bisa dikendalikan melalui koordinasi bersama Bank Indonesia.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan pasar keuangan secara intensif untuk mencegah tekanan lebih besar terhadap rupiah. Koordinasi lintas kementerian dan otoritas moneter disebut terus dilakukan agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.
Di tengah gejolak global yang masih berlangsung, Purbaya meminta masyarakat tidak panik menghadapi pelemahan rupiah. Ia menegaskan pemerintah dan Bank Indonesia memiliki instrumen yang cukup untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional.(*)

