Jakarta, Semangatnews.com – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyindir sejumlah ekonom yang sebelumnya meragukan kemampuan ekonomi Indonesia untuk tumbuh di tengah tekanan global. Menurutnya, data terbaru justru menunjukkan ekonomi nasional masih mampu mencatat pertumbuhan positif.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat menanggapi kritik berbagai pihak terkait perlambatan ekonomi dan tekanan fiskal yang belakangan ramai diperbincangkan. Ia menilai banyak prediksi terlalu pesimistis terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan meskipun dunia sedang menghadapi ketidakpastian global. Kondisi tersebut dinilai menjadi bukti fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat menghadapi gejolak eksternal.
Ia bahkan menyindir para ekonom yang sebelumnya memperkirakan ekonomi nasional akan mengalami perlambatan tajam. “Kok malah tumbuh,” ujar Purbaya saat memberikan tanggapan terhadap capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, konsumsi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, aktivitas investasi dan belanja pemerintah juga dinilai tetap memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan ekonomi sepanjang awal tahun 2026.
Purbaya menilai berbagai program pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat mulai menunjukkan hasil. Stabilitas inflasi dan konsumsi rumah tangga disebut menjadi faktor penting yang membuat ekonomi Indonesia tetap bergerak positif.
Di sisi lain, ia mengakui tekanan global memang masih menjadi tantangan besar bagi perekonomian nasional. Ketidakpastian geopolitik, perang dagang, hingga suku bunga tinggi di sejumlah negara maju masih memberi dampak terhadap pasar keuangan dunia.
Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif lebih baik dibanding sejumlah negara lain. Purbaya menyebut stabilitas sektor perbankan dan konsumsi domestik yang besar menjadi modal utama menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian publik dan pelaku pasar. Sebagian ekonom menilai optimisme pemerintah memang perlu dijaga agar kepercayaan investor dan masyarakat terhadap ekonomi nasional tetap stabil.
Namun ada pula pihak yang mengingatkan bahwa tantangan ekonomi ke depan masih cukup berat. Mereka menilai pemerintah tetap harus waspada terhadap potensi perlambatan global yang dapat memengaruhi ekspor, investasi, dan penerimaan negara.
Dengan kondisi saat ini, perdebatan soal arah ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan terus berlangsung. Di tengah berbagai proyeksi dan kekhawatiran, pemerintah berupaya menunjukkan bahwa ekonomi nasional tetap mampu bertahan dan tumbuh di tengah tekanan global.(*)

