Jakarta, Semangatnews.com – Rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana yang digelar di Banda Aceh pada Selasa siang berubah jadi momen penuh canda setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melempar sejumlah komentar jenaka yang menyentil berbagai pihak dalam rapat itu. Suasana serius tentang pemulihan bencana berubah sesekali jadi sorotan karena gaya santai Purbaya yang mencuri perhatian peserta rapat.
Rapat itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus pimpinan satgas, Sufmi Dasco Ahmad, dengan menghadirkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pejabat lembaga pemerintah, serta kepala daerah yang wilayahnya terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Diskusi utamanya adalah mempercepat upaya pemulihan di berbagai daerah pascabanjir besar yang terjadi beberapa bulan terakhir.
Dalam sesi diskusi, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak melaporkan progres pembangunan jembatan darurat yang menjadi salah satu titik krusial dalam pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak. Maruli menjelaskan berbagai tantangan dalam pengadaan dan pemasangan jembatan yang cukup beragam tipe di medan yang sulit dijangkau.
Mendengar penjelasan itu, Purbaya menanggapi dengan santai yang mengundang gelak tawa. Ia mengaku baru mengetahui adanya utang dalam proyek pembangunan jembatan tersebut, padahal sebelumnya ia mengira semua biaya tersentralisasi melalui mekanisme anggaran BNPB yang biasa digunakan dalam penanganan bencana.
Purbaya kemudian bercanda menanyakan kepada Maruli apa jaminan jika mereka “mengutang” untuk proyek jembatan itu. Jawaban Maruli yang spontan menyebut “jaminannya adalah tentara” pun langsung membuat ruangan rapat pecah oleh tawa. Suasana yang semula serius berubah menjadi lebih ringan dalam sekejap.
Tidak hanya soal jembatan, Purbaya juga menyinggung sisa dana siap pakai sekitar Rp 1,51 triliun yang menurutnya perlu segera dimanfaatkan sebelum akhir tahun anggaran. Ia bercanda bahwa dana itu sayang jika tak dipakai karena akan hangus dan menjadi beban pengurang di tahun anggaran berikutnya.
Momen ini kemudian berlanjut ketika Purbaya menyindir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disebutnya kurang cepat dalam mengajukan kebutuhan dana tambahan. “Kalau bisa dihabiskan tahun ini saja,” ucap Purbaya sambil tersenyum, yang langsung disambut tawa peserta rapat.
Candaan itu memicu respons dari sejumlah pihak di meja rapat, termasuk dari KSAD Maruli yang melontarkan kritik ringan bahwa dukungan anggaran BNPB selama ini terasa hanya cukup untuk konsumsi, sementara pengadaan barang dan logistik ramai dilakukan oleh pihak lain secara swadaya.
Respons bergurau Purbaya tak berhenti sampai di situ. Ia bahkan bercanda menyebut BNPB “pelit” karena menurutnya dukungan yang datang masih jauh dari ekspektasi untuk mempercepat pemulihan. Suasana yang hangat itu mencerminkan dinamika dialog antara legislatif dan eksekutif dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabanjir.
Meski dipenuhi canda, rapat tetap fokus pada pembahasan substansi penting seperti percepatan pembangunan huntara, perbaikan jalan, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan pemulihan berjalan efisien. Para kepala daerah pun memberikan masukan terkait kebutuhan mendesak di wilayah mereka masing-masing.
Para peserta rapat dari berbagai kalangan memuji suasana rapat yang meskipun serius namun tetap cair berkat selipan humor, karena dinilai membantu meredakan ketegangan. Humor dianggap menjadi elemen yang meringankan suasana sekaligus memberi ruang bagi dialog terbuka antarpejabat.
Kehadiran pimpinan DPR, kementerian, dan kepala daerah dalam rapat tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan pascabanjir di Sumatera secara komprehensif. Fokus utama tetap pada percepatan layanan kepada masyarakat yang masih membutuhkan dukungan pascabanjir.
Purbaya Yudhi Sadewa sendiri kemudian menegaskan pentingnya sinergi dan komunikasi antarinstansi dalam memastikan dana serta program penanganan bencana bisa berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Momen canda dalam rapat dianggapnya bukan sekadar guyonan, tetapi sebagai cara efektif mencairkan suasana dalam membahas isu berat.
Dengan suasana tadi, rapat Satgas Pemulihan Pascabencana menutup hari dinamis di Banda Aceh dengan harapan agar kerja sama dan komunikasi lintas elemen pemerintahan terus diperkuat demi mempercepat proses pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.(*)
