Pusat Emas Dunia Goyah, Ekspor Swiss Anjlok 18 Persen di Tengah Tekanan Global

by -

Jakarta, Semangatnews.com – Pasar emas global kembali diguncang setelah pusat ekspor utama dunia, Swiss, mencatat penurunan signifikan dalam pengiriman emas batangan. Data terbaru menunjukkan ekspor emas negara tersebut turun hingga 18 persen pada Februari 2026.

Penurunan ini menjadi sorotan karena Swiss selama ini dikenal sebagai pusat pemurnian dan distribusi emas terbesar di dunia. Kondisi tersebut mencerminkan melemahnya aktivitas perdagangan logam mulia secara global.

Berdasarkan data bea cukai, penurunan ekspor terutama dipicu oleh melemahnya permintaan dari negara tujuan utama seperti Inggris dan India.

Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan dinamika pasar yang sebelumnya cukup stabil, terutama dalam distribusi emas batangan antarnegara.

Para analis menilai bahwa tekanan terhadap ekspor emas tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Konflik geopolitik di Timur Tengah serta kebijakan moneter yang ketat di berbagai negara menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar.

Selain itu, penguatan dolar Amerika Serikat juga turut menekan daya beli emas di pasar internasional.

Situasi ini membuat investor cenderung berhati-hati dan menunda transaksi dalam jumlah besar, sehingga berdampak langsung pada volume ekspor.

Penurunan ini bahkan disebut sebagai salah satu yang terendah sejak gejolak harga emas akibat kebijakan tarif perdagangan pada 2025.

Meski demikian, sebagian pengamat melihat kondisi ini sebagai siklus alami dalam pasar komoditas yang sangat sensitif terhadap isu global.

Ke depan, arah pergerakan ekspor emas diperkirakan akan sangat bergantung pada stabilitas geopolitik dan kebijakan suku bunga global.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.