Rafale hingga Giuseppe Garibaldi, Ini Deretan Alutsista yang Kini Memperkuat Pertahanan Indonesia

by

Jakarta, Semangatnews.com – Indonesia tengah memperkuat dan memodernisasi kemampuan pertahanannya melalui penambahan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista). Di era Presiden Prabowo Subianto, sejumlah platform baru telah diterima atau dipersiapkan untuk memperkuat tiga matra TNI.

Di udara, Dassault Rafale menjadi salah satu alutsista baru yang paling menonjol. Pemerintah Indonesia membeli 42 unit jet tempur tersebut dan enam unit telah tiba di Tanah Air untuk memperkuat operasional TNI AU.

Pesawat tempur buatan Prancis itu memiliki kecepatan maksimum sekitar Mach 1,8 serta mampu mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki. Rafale juga memiliki 14 titik cantelan persenjataan dengan kapasitas membawa muatan hingga sekitar 9.500 kilogram.

Kemampuan udara Indonesia turut ditambah dengan Airbus A400M Atlas. Pesawat angkut tersebut menjadi bagian dari armada baru TNI AU dan dapat mendukung berbagai kebutuhan, termasuk operasi militer serta misi kemanusiaan.

Pada penyerahan alutsista Mei 2026, pemerintah juga menyerahkan empat unit Dassault Falcon 8X. Selain itu, TNI memperoleh radar GCI GM403, rudal udara-ke-udara Meteor, dan Smart Weapon AASM Hammer untuk mendukung kemampuan pertahanan udara.

Kehadiran alutsista baru diikuti dengan peningkatan kesiapan personel. TNI AU telah menyiapkan penerbang yang akan mengoperasikan Rafale melalui proses seleksi, pelatihan, dan program konversi. Sejumlah penerbang bahkan menjalani pelatihan di Prancis.

Indonesia juga memperkuat sistem pemantauan wilayah udara dengan radar GCI. Radar buatan PT Len Industri tersebut merupakan bagian dari rencana pengadaan 13 unit radar yang disiapkan untuk memperkuat pengawasan udara nasional.

Sementara itu, TNI Angkatan Laut tengah mempersiapkan penggunaan kapal induk Giuseppe Garibaldi. Kapal eks Angkatan Laut Italia tersebut akan menjalani proses penyesuaian teknologi agar dapat digunakan sesuai kebutuhan operasional TNI AL.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut kapal berusia sekitar 41 tahun itu masih berpotensi digunakan selama 15 hingga 20 tahun mendatang. Proses retrofit akan mencakup mesin dan teknologi serta disesuaikan dengan kondisi laut tropis Indonesia.

Dalam proses tersebut, industri pertahanan Indonesia akan dilibatkan. PT PAL akan bekerja sama dengan Fincantieri untuk melakukan retrofit sehingga kapal dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan doktrin operasi TNI AL.

Giuseppe Garibaldi juga direncanakan tampil dalam parade kapal perang TNI di Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026. Kapal tersebut akan menjadi salah satu alutsista yang ditampilkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

Dengan bertambahnya Rafale, A400M, radar GCI, persenjataan udara, hingga Giuseppe Garibaldi, modernisasi alutsista Indonesia mencakup kemampuan udara dan laut. Pemerintah menyatakan penguatan tersebut diarahkan untuk menjaga kedaulatan wilayah sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan dan daya tangkal Indonesia.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.