Jakarta, Semangatnews.com – Seorang pria yang dijuluki sebagai “raja judi” lintas negara, She Zhijiang, resmi diekstradisi dari Thailand ke Cina setelah proses hukum yang panjang dan sengit.
She ditangkap di Bangkok pada Agustus 2022 setelah menerbitnya perintah penahanan internasional dan Interpol Red Notice atas permintaan otoritas Cina, yang menuduhnya menjalankan operasi perjudian online besar‑besaran dan pencucian uang.
Mahkamah banding di Thailand baru‑baru ini menguatkan keputusan sebelumnya untuk mengekstradisi She ke Cina, menandai langkah penting dalam upaya lintas negara menindak sindikat perjudian dan penipuan daring.
Dalam pengantaran di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, She tampak dikawal ketat petugas dengan pengamanan ekstra — menunjukkan skala dan pentingnya kasus ini bagi kedua negara.
Otoritas Cina menyebut bahwa She telah menetapkan dan mengoperasikan lebih dari 200 situs perjudian online yang menarget warga Cina dan melibatkan aliran dana besar. Dia juga memiliki kaitan kuat dengan zona ekonomi khusus di perbatasan Myanmar‑Thailand yang dikenal sebagai pusat penipuan dan perdagangan orang.
Selain tuduhan perjudian, She juga dituduh menggunakan Myanmar sebagai basis operasionalnya — membangun kompleks hiburan dan kasino di kawasan konflik yang memfasilitasi kegiatan ilegal dan trafficking manusia.
Meskipun demikian, pengacara She menyebut proses ekstradisi ini “tidak biasa” dan mempertanyakan aspek perlindungan hak asasi manusia serta kondisi penahanannya sebelum dipulangkan ke Cina.
Bagi Thailand dan Cina, kasus ini menjadi simbol kerja sama dalam memberantas kejahatan lintas batas, khususnya yang memanfaatkan zona abu‑abu di Asia Tenggara sebagai pusat penipuan daring.
Publik di kawasan ini pun memperhatikan bahwa meskipun ekstradisi telah terlaksana, bisnis perjudian daring dan penipuan masih terus berkembang — dan kasus ini hanya satu dari banyak jaringan yang belum sepenuhnya terurai.
Dengan pemulangan She ke Beijing, perhatian kini beralih ke persidangan di Cina dan potensi dampak politik, ekonomi, serta hukum yang akan muncul dari kasus ini — termasuk bagaimana negara tetangga menangani kejahatan yang menggunakan wilayah mereka sebagai tempat operasional.
Kasus She Zhijiang menjadi pengingat bahwa fenomena perjudian daring dan skema penipuan lintas negara bukan hanya soal kejahatan terpisah tetapi bagian dari jaringan global yang membutuhkan tindakan bersama dan penegakan hukum yang terpadu.(*)
