SEMANGATNEWS.COM, PADANG – Dinas Koperasi dan UMKM Sumatera Barat mengadakan Rapat Koordinasi Satgas Pengawas Koperasi di Hotel Santika, Kamis (17/11/2022).
Rapat Koordinasi Satgas Pengawas Koperasi ini bertujuan penyamaan persepsi mengenai Otorotas Jasa Keuangan, pemberantasan investasi bodong, penyusunan sistem simpan pinjam, serta pelaksanaan investasi syari’ah.
Gubernur Mahyeldi saat menjadi Keynote Speaker mengatakan Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berkoorperasi atau bekerjasama satu sama lain. Koperasi hadir dari terinspirasi kerja jamaah. Amal jama’i dalam bahasa arabnya.
“Ketika Bung Hatta terpilih sebagai bapak koperasi, sejak itulah kooperasi di Sumatera Barat diharapkan akan terus berhasil,” ujar buya Mahyeldi.
Berdasarkan data yang ada, di tahun 2021 terdapat 4.048 unit Koperasi di Sumatera Barat, 2.067 unit diantaranya tidak aktif. Kemudian dilakukan Pemeriksaan Kesehatan khusus usaha simpan pinjam Koperasi. Hasilnya dari 519 unit koperasi, terdapat 114 unit Koperasi kategori sehat, 343 koperasi cukup sehat, 32 unit dalam pengawasan dan tidak ada dalam pengawasan khusus.
Sedangkan Pemeriksaan Koperasi melalui Pembiayaan APBD di tahun 2022 sebanyak 228 unit koperasi, dengan pembiayaan APBD Provinsi 68 unit koperasi dan APBN (Dekonsentrasi) yang bekerjasama dengan Kab/Kota sebanyak 160 unit Koperasi.
Pemeriksaan Kesehatan Koperasi melalui pembiayaan APBD Provinsi dengan target 63 unit telah terlaksana 68 unit (108 persen) yang keanggotaannya lintas kab/kota di Sumatera Barat. Hasilnya terdapat 19 unit koperasi sehat, 46 unit koperasi cukup sehat, dalam pengawasan 2 unit, sedangkan dalam pengawasan khusus tidak ada.
Gubernur berharap, Badan Satgas Pengawas Koperasi mampu melakukan pengawasan terhadap setiap pengurus unit koperasi.
Kemudian, Gubernur menginstruksikan agar melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) sebagai bentuk evaluasi. Dua kali setiap setahun untuk memantau kinerja lembaga agar lebih baik lagi. Dan ada inovasi baru untuk memberantas kemiskinan di Wilayah Sumbar.
“Saya harapkan, yang hadir pada rakor hari ini bisa lihat bagaimana kerja industri-industri kita di Sumatera Barat. Karena itu, saya wajibkan dinas koperasi membina lima UMKM, membantu bagaimana agar produknya bisa terpakai,” ujar gubernur.
Gubernur pun tidak henti-hentinya mengajak untuk bersama-sama dalam mendorong dan memotivasi masyarakat agar bergabung di dalam koperasi.
“Mari kita buat Bung Hatta kembali tersenyum melihat keberhasilan koperasi-koperasi yang ada dan terus berkembang. Sebab, pemerintah akan selalu menyokong dan mendukung penuh kegiatan koperasi,” tutupnya
Selain itu, kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Nazwir mengatakan bahwa tujuan Rapat Koordinasi Satgas Pengawas Koperasi adalah penyamaan persepsi mengenai OJK, memahami tentang pemberantasan investasi bodong, penyusunan sistem simpan pinjam, serta pelaksanaan investasi syari’ah. Jumlah peserta yang hadir pada rakor tersebut adalah 58 orang.
“Hal tersebut dibahas langsung oleh narasumber yang berkafaah yaitu gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi, tim dari Polda, narasumber dari UIN, dan Tim OJK. Semoga koperasi Sumatera Barat berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.(*)
Diskominfotik Sumbar.
