Jakarta, Semangatnews.com – Indonesia mencatat capaian penting di sektor energi global setelah berhasil masuk peringkat dua dunia dalam ketahanan energi. Prestasi ini diumumkan berdasarkan laporan lembaga keuangan global yang menilai kekuatan energi berbagai negara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata bahwa kebijakan energi nasional mulai menunjukkan hasil positif.
Menurut laporan yang dirilis oleh JP Morgan Asset Management, Indonesia berada di posisi kedua dari 52 negara konsumen energi terbesar dunia.
Posisi tersebut bahkan menempatkan Indonesia di atas sejumlah negara besar seperti China. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa ketahanan energi nasional semakin solid di tengah gejolak global.
Bahlil menjelaskan bahwa capaian ini tidak datang secara instan. Pemerintah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari optimalisasi sumur minyak tua hingga percepatan pengembangan blok migas.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan produksi energi domestik. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menghidupkan kembali sumur-sumur yang sebelumnya tidak produktif.
Strategi lain yang dijalankan adalah menekan ketergantungan impor energi. Salah satu langkah konkret adalah pengembangan program biodiesel B50 yang ditargetkan berjalan secara nasional.
Di sektor gas, pemerintah juga mencatat temuan cadangan baru yang signifikan. Penemuan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi energi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, Bahlil mengakui kondisi energi Indonesia masih menghadapi tantangan. Produksi minyak dalam negeri masih belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi nasional.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi dan diversifikasi energi. Langkah ini bertujuan memperkuat kemandirian energi dalam jangka panjang.
Dengan capaian ini, Indonesia dinilai memiliki fondasi kuat untuk menghadapi krisis energi global. Strategi yang dijalankan diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.(*)

