Robi Erman, Tekuni Desain Grafis Digital dan Desain Komunikasi Visual Sebagai Pilihan Bernilai Estetis

oleh -

Semangatnews.com. Perkembangan dunia Desain Grafis Digital dan Desain Komunikasi Visual bahagian dari seni rupa dalam era digital dan milenial di tanah air dalam dua dekade terakhir di tanah air cukup menggembirakan. Ia tumbuh bagai cendawan subur dengan banyak penggemar serta berbagai komunitas bermunculan di sana-sini guna mengisi ruang pembangunan bidang seni rupa khususnya desain grafis dan desain komunikasi visual.

Perkembangan keduanya bahkan mampu menyaingi bidang seni rupa seperti seni lukis, seni patung yang lebih tua dalam sejarah peradabannya di muka bumi ini. Apalagi keduanya memiliki akses dan peminat yang cukup luas sesuai tuntutan dan perkembangan zaman. Selain itu, ia juga tidak terlepas dari nilai-nilai komersial yang terkandung di dalamnya.

Dari banyak pelaku keduanya di Sumatera Barat, terdapat satu diantaranya Robi Erman (38 th) yang sejak tahun 2005 hingga sekarang, selain menjadi pendidik di almamaternya SMSR Negeri (SMKN 4 Padang) juga menekuni Desain Grafis Digital dan Desain Komunikasi sebagai suatu pilihan ilmu yang perlu terus dikembangkan dalam dunia seni rupa di tengah-tengah pesatnya kemajuan dan perkembangan zaman. Karena keduanya setiap ruang dan waktu senantiasa berubah sesuai eranya.

Saat ditemui Semangatnews.com di studio Zarwa Design Galery, Jalan M. Yunus Sarang Gagak, Kuranji Padang, Robi Erman (19/01) menyebutkan, banyak kalangan gagap menterjemahkan pengertian desain grafis saat ini, yakni secara sederhana sering ditafsirkan segala sesuatu yang dihasilkan dengan media cetak. Tapi terdapat batasan yang perlu diluruskan, yakni perihal seni grafis murni dan desain grafis.

Menurut Robi, pada seni grafis murni keinginan berkarya mencipta datang dari seniman atau desainer itu sendiri, karena ia lebih bersifat pribadi dalam ranah idealisme berkarya yang tidak terikat syarat-syarat pemesan karena ia diciptakan untuk mencurahkan rasa seni seseorang melalui media cetak, berbeda dengan desain grafis menurut aslinya seringkali merupakan pesanan orang lain yang lebih kenatl dengan nilai-nilai komersialisasi di dalamnya.

Dijelaskan, kini seni grafis murni lebih mengacu pada konsep pemecahan masalah rupa, warna , bahan dan teknik yang diterapkan melalui gambar, bentuk dan wujud karya dengan perencanaan fungsional estetis. Sementara desain grafis lebih menyangkut kepada teknik perencanaan, gambar bentuk, simbol huruf dan proses percetakan hingga menjadi wujud karya bernilai komersial, ujar Robi yang mengaku sejak tahun 2005 lalu hingga kini sering membuat desain dan jadi juri berbagai iven terkait diluar tugas wajibnya menjadi pendidik Desain Komunikasi Visual di almamaternya SMKN 4 Padang.

Sementara pengamat seni rupa dan kurator serta guru senior di SMKN 4 Padang, Muharyadi, yang dihubungi Semangatnews.com ditempat terpisah (19/01) perihal perkembangan desain grafis, menyebutkan, seni grafis murni merupakan wujud dari idealisme seniman melalui karya-karya yang dihasilkan yang berpangkal dari lingkungan dan kultur yang dianut dari berbagai kecendrungan pilihan berkarya.

Sementara desain grafis, persoalannya lebih menyangkut kepada tujuan mencipta untuk apa dan dimana ditempatkan.

Karena desain grafis merangkul semua aspek komunikasi melalui bentuk mulai dimulai dari penciptaan logo, perencanaan dan proses pembuatan yang didalamnya terdapat unsur desain unsur visual bahasa simbol, yang diungkapkan melalui media gambar, bentuk warna dan huruf/font yang disampikan produsen kepada konsumen yang kesemuanya dan di dalamnya bagaimana desain grafis memiliki daya tarik komunikasi tentang p[erihal dan berbagai keterangan yang diinginkan produsen dan konsumen itu sendiri, ujar Muharyadi memberi penjelasan ringan mengakhiri pembicaraan. (SS/YSM/FR)