Jakarta, Semangatnews.com – Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan dipimpin oleh Luke Thomas Mahony. Penunjukan tersebut menjadi sorotan karena DSI diproyeksikan menjadi pemain penting dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia.
Rosan menyampaikan bahwa Luke Thomas Mahony untuk sementara akan memimpin perusahaan tersebut sambil menunggu penguatan struktur organisasi secara menyeluruh. Ia mengatakan pemerintah masih melakukan pembahasan bersama berbagai asosiasi usaha dan pelaku industri.
Menurut Rosan, pemerintah juga akan menggelar serangkaian pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, asosiasi sawit, asosiasi batu bara, hingga berbagai pelaku sektor sumber daya alam lainnya. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pembentukan DSI berjalan sesuai kebutuhan industri nasional.
Nama Luke Thomas Mahony sendiri bukan sosok baru di industri pertambangan nasional. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur di PT Vale Indonesia Tbk dan dikenal memiliki pengalaman panjang di sektor sumber daya alam.
Pembentukan PT DSI menjadi bagian dari kebijakan baru pemerintah terkait tata kelola ekspor komoditas strategis. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menerbitkan aturan yang mewajibkan ekspor sejumlah komoditas dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.
Pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat pengawasan terhadap ekspor sumber daya alam sekaligus mengurangi praktik pelarian devisa hasil ekspor ke luar negeri. Selain itu, kebijakan ini juga disebut dapat memaksimalkan penerimaan negara dari sektor komoditas.
Rosan belum membeberkan secara rinci seluruh jajaran manajemen PT DSI. Namun, ia memastikan tim yang dipilih nantinya memiliki rekam jejak dan kompetensi yang kuat di bidangnya masing-masing.
Berdasarkan dokumen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum, PT DSI baru resmi tercatat sebagai perseroan terbatas pada 18 Mei 2026. Saat ini perusahaan masih berstatus swasta nasional, tetapi direncanakan segera berubah menjadi BUMN.
Perusahaan tersebut tercatat memiliki alamat di Wisma Danantara, Jakarta Selatan. Struktur kepemilikan sahamnya juga terhubung langsung dengan holding investasi Danantara Indonesia.
Pemerintah berharap kehadiran DSI dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas global. Dengan sistem ekspor yang lebih terpusat, Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menentukan harga dan meningkatkan daya tawar internasional.
Langkah penunjukan Luke Thomas Mahony pun dianggap sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin menghadirkan figur profesional dengan pengalaman internasional untuk memimpin transformasi besar dalam tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia.(*)

